Mate
Akhirnya kami menyerah dan masuk kembali ke mobil.
“Padahal terakhir kali aku kesini boleh lho, subuh.” gumam Mas Wira. Aku hanya mengamati Mas Wira. Nggak tau harus merespon apa. “Kita ke Puncak Becici aja dulu, deh.”
“Itu tempat apa, Mas?”
“Mirip sama Hutan Pinus Pengger.” jawab Mas Wira.
Aku mengangguk-angguk. “Yaudah, kesitu aja Mas.”
Hot Chapters