Kontrak Ranjang Sang CEO Pengkhianat
Hiroshi menarik napas tajam, telinganya menangkap langkah kaki tunggal yang tenang—bukan langkah sepatu bot militer, melainkan ketukan sepatu pantofel yang teratur di tangga kayu.
Pintu ruang arsip terbuka perlahan. Sosok pria dengan rambut yang sudah memutih seluruhnya namun tetap tampak gagah muncul dari kegelapan. Ia mengenakan setelan jas tradisional Jepang yang sangat mahal. Di tangannya, ia memegang sebuah tongkat berkepala naga emas.
"Matikan siaran itu, Aiko. Kau tidak tahu seberapa besar api yang sedang kau mainkan," suara itu terdengar tenang, berwibawa, dan sangat akrab.