Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

Baramundi dan Calistung masih diam dan setia menyimak. Matu dan Ceking segera berdiri menggunakan kedua lututnya sedang kedua tangannya mengepal digenggam telapak tangannya yang lain dengan maksud untuk menghormat. Mereka berdua berkata, “Maafkan kami, Mak. Berita itu bukan isapan jempol, ternyata. Mamak benar-benar—“
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai mata berkunang kunang saat berdiri
Baca
+Pustaka
Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali

Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali

Saat berteriak, Musang sedang menyeret Taring Serigala yang sempat kehilangan orientasi akibat gelombang kejut pertama menuju perlindungan batu besar yang masih utuh. Kaivan menggertakkan gigi, situasinya jauh lebih buruk daripada yang dia perkirakan. “Mata Langit! Elang Malam! Status!” Sambil merangkak menjauh dari posisi awal, Kaivan tetap mengendalikan timnya. “Aku aman!” jawab Mata Langit. “Tapi asap terlalu tebal! Pengamatan efektif tidak mungkin dilakukan!”
1012.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 423 kali sebagai mata berkunang kunang saat berdiri
Baca
+Pustaka
TERGODA AYAH SAHABATKU

TERGODA AYAH SAHABATKU

Mataku membulat. Di ambang pintu, Nyonya Miranda berdiri mematung. Tatapannya berpindah dari Sam kepadaku. Lalu kembali lagi. Ekspresi terkejut terlihat jelas di wajahnya. Dan untuk sesaat, tak satu pun dari kami mampu mengucapkan sepatah kata. **
9.966.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai mata berkunang kunang saat berdiri
Baca
+Pustaka
Mata Ketiga Manda

Mata Ketiga Manda

“Aku sangat bosan. Mau makan siang bersama?” Seharusnya Manda menjawab bersedia tapi sayangnya belum sempat berbicara Manda terpaksa harus membeku karna Colin tiba-tiba berdiri di hadapannya dengan wajah seram.
880 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai mata berkunang kunang saat berdiri
Baca
+Pustaka
Thai Qu Cing Si Anak Kotoran 2 [Penyembuh yang Terkutuk]

Thai Qu Cing Si Anak Kotoran 2 [Penyembuh yang Terkutuk]

​Di saat kematian berwujud serigala itu melayang ke arahnya, Cing Mu sama sekali tidak bergerak. ​Ia tidak memasang kuda-kuda untuk bertahan. Ia tidak melonjak mundur. Ia juga tidak memanggil elemen apa pun untuk menyerang balik. Ia hanya berdiri tegak dengan kedua tangan di sisi tubuhnya.
101.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai mata berkunang kunang saat berdiri
Baca
+Pustaka
Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam

Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam

Mata Munger dipenuhi kebencian mendalam bercampur gairah bertarung yang gila. Tubuhnya berputar, lalu melompat dan mendarat tepat di atas inti mata air spiritual. Kemudian dia membuka kedua tangannya lebar-lebar dan mendongak ke langit kelabu sambil berteriak keras, "Dewa Kematian abadi selamanya! Lindungilah pengikutmu! Karuniakan kepadaku kekuatan kematian tanpa batas!"
9.8534.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18.7K kali sebagai mata berkunang kunang saat berdiri
Baca
+Pustaka
The Slut of QT's System [BL]

The Slut of QT's System [BL]

Lebih tepatnya, hewan nyaris punah yang dari belakang tubuhnya tampak pendaran cahaya; kunang-kunang. [[Hiya host. Kita sudah kenalan tadi, tapi nggak apalah, bisa diulang. Jadi, namaku Neon.]] kunang-kunang mungil itu berkata sambil melambaikan tangan. Bima mengerjap melihat hal ini. Uh? Imut ...
3.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai mata berkunang kunang saat berdiri
Baca
+Pustaka
Mata Ketiga

Mata Ketiga

ujar kakek tua itu. Setelah suara tertawa Mbah Parjo hilang, diganti dengan suasana hening. Mbah Parjo memulai ritual perdukunannya. Dia menyalakan menyan di hadapannya. Lalu, mengambil keris dan mengeluarkannya dari sarungnya. Sambil berucap sesuatu yang tidak begitu jelas, seperti mantra atau sejenisnya. Mbah Parjo menyembah-sembah keris tersebut. “Inilah pusakaku .... keris Ki Langgeng !!” katanya sambil mengangkat tinggi-tinggi keris itu.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai mata berkunang kunang saat berdiri
Baca
+Pustaka
BENALU

BENALU

Mata ini membulat sempurna saat melihat kondisi Mita. “MITAAA!!!” teriaku sekecang-kencangnya. Mataku mendelik seakan mau keluar dari tempatnya. Kemudian reflek tangan ini membungkam mulut sendiri. Bingung mau bagaimana. Seakan tubuh ini hanya terdiam di tempat. Tercengang sejenak dengan mata masih melotot melihat Mita.
9.949.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai mata berkunang kunang saat berdiri
Baca
+Pustaka
Neraka untuk Adik Madu

Neraka untuk Adik Madu

teriak Mami Zessy dengan mikrofon yang ada di tangannya itu. Aku hanya berdiri mematung dengan degup jantung yang tak beraturan itu. Sesekali aku memejamkan kedua mataku, meredamkan perasaan yang semakin tak menentu saat suara demi suara mulai menyebut nilai beli untuk tubuhku.
1030.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 612 kali sebagai mata berkunang kunang saat berdiri
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status