Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Air Mata di Antara Bunga

Air Mata di Antara Bunga

Tak lama, Sarah mengirim pesan baru. [Itu tadi Rangga yang bantu mencuci pakaian dalamku, masih berlumuran darah. Vanya, jangan ambil hati, ya. Aku baru saja keguguran, nggak boleh kena air dingin. Kamu pasti ngerti, ‘kan?] Aku hanya menatap pesan itu. Dingin. Tak kubalas. Tak perlu kubongkar kepalsuannya.
28.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 874 kali sebagai mata mengeluarkan lendir putih
Baca
+Pustaka
Setelah Perselingkuhan Suamiku Terbongkar

Setelah Perselingkuhan Suamiku Terbongkar

Sesekali, tangan keriputnya itu menyusut air mata yang mengalir dari sudut netranya. Aroma khas obat-obatan begitu menusuk-nusuk hidungku. Ekor mataku mendapati tiang yang diatasnya menggantung sebuah kantong plastik berisi cairan putih. Mataku mengerjap untuk bisa terbuka lebih lebar dan melihat dengan jelas.
9.4166.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.0K kali sebagai mata mengeluarkan lendir putih
Baca
+Pustaka
Mata Ketiga

Mata Ketiga

tutur halus sang ibu. Lydia terlihat masih sibuk dengan barang bawaannya. Terlihat satu tas ransel cukup besar serta sebuah travel bag warna merah siap dibawanya. Ibunya yang sedari tadi memperhatikan Lydia senyum-senyum sendiri. Dia berharap masa depan anak gadisnya itu lebih cerah saat pindah ke Jawa. Khususnya keistimewaan dari Lydia yang memiliki ‘Mata Ketiga’ karena dapat melihat penampakan makhluk halus, semoga tidak menghalanginya meraih cita-cita di kemudian hari.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai mata mengeluarkan lendir putih
Baca
+Pustaka
LAILA

LAILA

Ucapku meski cuma dugaan aku menyampaikannya dengan yakin. "Kamu terlalu banyak nonton film." Ucap Wira. "Terus kenapa matamu mengeluarkan darah? apa karena kamu terlalu lama mengeluarkan rohmu." Balasku menduga. "Ini mungkin penyakit sama yang terjadi di India, Haemolacria" Jawab Wira, diapun tidak yakin. "Maksudmu nangis darah. Tapi kenapa mata kananmu berwarna hitam pekat, itu sangat jarang dan sama dengan mata burung gagak. Sedangkan mata kirimu berwarna coklat." Balasku lagi.
107.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 264 kali sebagai mata mengeluarkan lendir putih
Baca
+Pustaka
Penantian Malam Pertama

Penantian Malam Pertama

Rendi terkejut melihat sesuatu yang tidak asing di atas ranjang. Pria itu berjalan dan berdiri di bibir ranjang. Matanya tertuju pada cairan putih yang sedikit kental dan berada di tengah-tengah ranjang. Kening Rendi berkerut melihat cairan itu. Bukan hanya itu saja, cairan itu sepertinya lebih banyak dari yang terlihat karena di sekeliling cairan kental yang terlihat terdapat bekas yang sudah mengering.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai mata mengeluarkan lendir putih
Baca
+Pustaka
Iparku Yang Menggoda

Iparku Yang Menggoda

Langkah nya lalu terhenti di dekat tong sampah, ada beberapa lembar tisu di sana dengan bentuk terkepal. Bukan itu yang menjadi perhatian Lauren, tapi noda warna putih nya yang cukup banyak di sana. Senyuman sinis terukir di bibir Lauren, Ia tentu saja tahu kalau itu adalah sperma. "Sebenarnya kamu itu kerja apa saja Matthew? Ini sudah jam makan siang, tapi kamu belum istirahat dan makan," tanyanya memecah keheningan.
14.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 467 kali sebagai mata mengeluarkan lendir putih
Baca
+Pustaka
Perselingkuhan Yang Manis

Perselingkuhan Yang Manis

ujar Kayla. Dengan sigap Radit berdiri, kemudian menuntun Kayla ke kamar mandi. Bukan urin yang keluar, tapi lendir bercampur darah. Setelah kembali berbaring, Kayla kembali merasakan sakit yang sangat hebat, diiringi dengan bagian bawah tubuhnya yang basah. Rasanya seperti ingin buang air kecil, tapi tidak bisa ditahan. “Dit, aku ngompol kayaknya,” ucap Kayla lugu.
1014.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 519 kali sebagai mata mengeluarkan lendir putih
Baca
+Pustaka
Melintasi Garis Waktu; Sekarang Elena Bukan Elina

Melintasi Garis Waktu; Sekarang Elena Bukan Elina

tanpa sadar kedua sudut matanya basah. Liandra yang khawatir pun turut berlari menyusul Elena. "Sayang, apa kau baik-baik saja? Apa mau di periksa saja ke dokter?" Liandra bertanya seraya membantu memijat tengkuk Elena. Elena tak menjawab. Ia hanya menunduk dengan lesu. Tubuhnya benar-benar lemas padahal yang keluar hanya cairan bening-- oh dan juga cairan kuning yang sangat pahit.
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai mata mengeluarkan lendir putih
Baca
+Pustaka
SUAMI GHAIB

SUAMI GHAIB

"Kata dokter mas cuma sakit batuk biasa. Tak ada TBC ataupun penyakit serius lainnya. Tapi, mengapa cairan itu sering keluar?" Mereka pun bingung, sungguh tak bisa di nalar. Sinta yang sedari tadi berdiri, berjalan mendekat dan meraih kantong berisi tisu itu dan membawanya ke dapur untuk di buang. Uhuuukk... Uhuuukk... Ardi sedikit menepuk punggung sang kakak, karena Aldo terlihat kepayahan dan kesakitan saat mengeluarkan dahak yang berwarna hitam itu.
105.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai mata mengeluarkan lendir putih
Baca
+Pustaka
Kurebut Kembali Suamiku

Kurebut Kembali Suamiku

Angin yang bertiup itu menerbangkan dan menggoyangkan beberapa daun kering di pepohonan. Cairan bening dari pelupuk mata Neisha sudah tidak bisa dibendung lagi. Mereka luruh begitu saja tanpa bisa dicegah, tubuhnya bergetar hebat. Matanya mengerjap beberapa kali untuk menyingkirkan pandangan kabur yang disebabkan oleh air mata.
102.8K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai mata mengeluarkan lendir putih
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status