Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Air mata yang Kutumpahkan

Air mata yang Kutumpahkan

"Hallo, Ma. Hari Sabtu lalu Mama ke Le Quartier ya?" "Lho, kok kamu tahu, Sya? Mama ke sana karena ada janji dengan Tante Lia. Tantemu itu sudah lama nggak makan yang manis-manis kayak croquant aux chocolat dan red velvet crepes katanya. Makanya kami janjian makan di sana. Tantemu kan hobby makan enak, Sya. Emangnya kenapa?" "Nggak apa-apa sih, Ma. Cuma ini kok Rasya lihat ada photo Mama dan Soraya. Sama Tante Gina juga. Mama nggak bermaksud untuk menjodohkan Rasya diam-diam kan?"
1091.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai mata sendu
Baca
+Pustaka
Memantai [Tamat]

Memantai [Tamat]

Wandi selalu membuat coretan-coretan mind mapping, seperti seorang intel kepolisian yang sedang memecahkan sebuah kasus yang tidak diketahui oleh siapapun. “Wandi, ayo ikut! Jangan berdiam diri saja di kamar seperti ini,” ajak Ronco. “Bukannya kegiatan sudah selesai?” tanya Wandi. “Kita akan bermain di pantai! Ayo lah! Ini, gua udah belikan mercon tembak yang banyak. Mumpung agenda kita masih longgar. Ayolah!” ucap Ridwan seraya menunjukkan sekantung petasan rudal kepada Wandi.
108.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 236 kali sebagai mata sendu
Baca
+Pustaka
Air Mata Rani

Air Mata Rani

jawab gadis lima tahun itu seraya menunjuk ikan yang berada di dalam akuarium. “Iya, sayang. Sekarang kita pulang, yuk!” ajak wanita itu sekali lagi sembari mengulurkan tangannya untuk menggandeng putrinya. “Sebentar, Ma!” gadis kecil yang bernama Mita itu menatap Rani yang sedari tadi melihat ke arahnya. “Aku pulang dulu ya, sampai jumpa lagi,” pamit Mita kepadanya. Ia mengangguk dan tersenyum tulus kepada Mita.
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai mata sendu
Baca
+Pustaka
Adikku Dihamili Keponakan Suami

Adikku Dihamili Keponakan Suami

ucap Karin sambil tersenyum dan mengeringkan rambut anaknya. “Apa mi? Wahana permainan lagi?” tanya Matthew dengan antusias. “Kejutan, nanti setelah kita pulang ke Indonesia, Matthew akan bisa melihatnya.” “Wah, Matthew jadi pengen cepet pulang mi, penasaran!” “Sabar yah, sekarang bilas dulu dengan air hangat yah, sayang. Mau mami bilasin atau Matthew bilas sendiri?”
1013.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 419 kali sebagai mata sendu
Baca
+Pustaka
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

Kata Mamat meyakinkan Mang Nandi. “Tapi kok serem ya Mat jalanannya? ” Kata Mang Nandi. “Namanya juga di Kampung Mang, wajar kalau serem. Paling ntar tiba-tiba nongol pocong di depan hehe,” Kata Mamat sembari bercanda. “Huss, jangan bercanda ah. Nanti kalau muncul beneran gimana? ” Katanya sembari ketakutan.
9.8682.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17.7K kali sebagai mata sendu
Tampilkan Ulasan (174)
Baca
+Pustaka
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
D'sparage Je
makin diikutin, perjalanan si Ujang bikin makin penasaran. cuman sedikit saran aja sih, perjalanan Nando untuk menaklukkan seluruh negeri di Alam siluman dalam cerita The Destinable Of Light akan memberikan warna yang berbeda buat pembaca, jadi mampirlah sekali-sekali kalo ada waktu ...
Baca Semua Ulasan
Come And Serve Me

Come And Serve Me

cetus Juliet lagi. "Kamu akan terlihat sangat menakjubkan," bantah Matthew dengan manik coklat pasirnya yang berkilat antusias. "Dan karena itu kamu, aku sudah tidak sabar melihat bagaimana perutmu semakin membuncit, Muffin. Pasti sangat menggemaskan sekaligus seksi di saat yang bersamaan."
9.843.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai mata sendu
Baca
+Pustaka
MADU YANG BERACUN

MADU YANG BERACUN

sela bu Inggrid. "Tapi, Ma …." "Mama tidak mau mendengar alasan apapun, mereka keluarga kita sekarang. Ayo kita pergi! Apa kamu sudah beli hadiah?" "Belum, Ma. Embun sibuk." "Hah! Kamu itu terlalu sibuk memikirkan diri sendiri. Ayo pergi sekarang! Masih ada waktu untuk mencari hadiah." Bu Inggrid melangkah keluar dari ruangan sang menantu. Embun menghela napas kasar dan bangkit dari kursi, dengan terpaksa ia mengikuti mertuanya. Embun tersenyum getir, perkataan bu Inggrid menusuk hati.
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 154 kali sebagai mata sendu
Baca
+Pustaka
Terjerat Cinta Mafia Kejam

Terjerat Cinta Mafia Kejam

kata Atland matah. Bersambung… Hallo semua jangan lupa vote yang banyak yahhh dan terima kasih sudah membaca part ini :> Salam hangat Mrs. Styles ^_^
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai mata sendu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status