Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
KUBUAT MADUKU GENDUT

KUBUAT MADUKU GENDUT

Yang bercanda langsung tertawa, lalu mengulurkan tangannya padaku. "Mau apa?" "Pemanasan!" Mas Zay mengusap layar ponsel, sekian detik kemudian irama samba keluar dari sana. Ya, Tuhan, masa mau nari samba. Ini malam pengantin, atau waktunya olah raga? "Let's go, Honey!" serunya saat kami telah berdiri berhadapan. Tubuhnya mulai bergerak seiring irama.. Mau tak mau aku mengikutinya.
1010.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 398 kali sebagai mata sendu
Baca
+Pustaka
Berpisah Untuk Bersatu

Berpisah Untuk Bersatu

Aduh, kupikir sendirian di rumah itu sesuatu yang menyenangkan? Message to@Anak-anak Cintaku From: Mama [Mas Langit] [Gimana kabar kalian di sana, Le?] [Mama kangen banget] Gemetar, menahan perasaan yang semakin bergejolak aku mengirimkan semua pesan itu ke chat room Langit. Berpikir keras beberapa saat lamanya lalu mengirimkan pesan lagi. [Baik-baik kalian di sana ya, Le? Tetap semangat dan pantang menyerah. Yakin, ini semua yang terbaik dari Allah!]
1013.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 484 kali sebagai mata sendu
Baca
+Pustaka
JAMU MADU (Janda Muda Mata Duitan)

JAMU MADU (Janda Muda Mata Duitan)

Pak Jun seenaknya menarik tanganku untuk ikut dengannya menuju mobil keluaran terbaru dari mitsubishi yang hurufnya diawali X berwarna putih dan menyuruhku masuk ke kursi samping kemudi. Gue merasa disewa om-om nggak sih? Terus si Sela mucikarinya? Udah gitu harganya murah banget cuma tiga ratus ribu. Ya ampun, jadi janda kayak gini amat rasanya. “Jangan mikir yang nggak-nggak, Son. Saya cuma mau ajak kamu ke orang pinter doang untuk tanya gimana caranya ngilangin sumpah kamu itu,” kata Pak Jun setelah duduk di balik kemudi.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai mata sendu
Baca
+Pustaka
MADU SATU MERTUA

MADU SATU MERTUA

sahut Watri. “Lha terus Simbah makan apa? Uang itu aku kirim buat biaya hidup Simbah kok.” “Simbah ya tiap hari bekerja, Nduk. Biar tidak jenuh. Kalau nganggur badan pada sakit semua.” “Simbah kerja apa?” “Ambil daun cengkeh yang gugur. Nanti dijual ke penyulingan.” “Daun cengkeh laku, Mbah?”
10200.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.2K kali sebagai mata sendu
Tampilkan Ulasan (36)
Baca
+Pustaka
Shifa chibii
ceritany bagus,,kasihan Rasti,ditipu mertua dan suami yg g bisa tegas dan ngindungin anak istriny,,mending pergi aja ras,,soal harta mendiang ortu ntar dicari lagi jalanny buat ngrebut lagi,,dari pada bertahan tpi makan hati..
Lee Siuce
Izin promo ya Thor Mampir yuk gaaes di cerita ku "Cinta Segitiga Sang Pewaris" Ceritanya masih ongoing di jamin seru karena banyak ceritanya di bungkus dengan teka-teki yang susah ditebak ... Mampir yuk
Baca Semua Ulasan
MENJADI SUAMI PENGGANTI

MENJADI SUAMI PENGGANTI

"Hallo, Ma?" "Kamu di mana sekarang, Sendy. Apa sudah pulang?" "Sudah ada di rumah." "Mama kira belum." "Kenapa emangnya, Ma?" "Tadinya mau Mama suruh mampir ke rumah Bude Lia." "Mau ngapain?"
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai mata sendu
Baca
+Pustaka
Penguasa Negeri Jin

Penguasa Negeri Jin

“Katakan cepat. Amanat apa yang dititipkan Pawungu padamu!” “Aku dimintanya menyerahkan benda ini...” kata Maithatarun seraya mengeluarkan sebuah benda berwarna kuning yang berkilauan tertimpa sinar sang surya pagi. “Sendok Pemasung Nasib!” seru Jin Terjungkir Langit dengan keras dan mata mendelik besar. Sekujur tubuhnya bergeletar. Lebih-lebih ketika Maithatarun mengulurkan tangannya siap menyerahkan sendok itu pada si orang tua.
1031.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai mata sendu
Baca
+Pustaka
Pengacara Cantik Pencuri Hatiku

Pengacara Cantik Pencuri Hatiku

[ // Me *Send Picture ] [ // Mas King-ku Masyaallah cantik sekali bidadariku! ( emoticon mata berbintang ) Aku jadi tidak sabar untuk melihat secara langsung <3 Tunggu ya. Mungkin sebentar lagi Pak Jaka akan sampai. ]
6.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135 kali sebagai mata sendu
Baca
+Pustaka
METAMORFOSA

METAMORFOSA

“Gitu dong, Mat.” Matheo tak memedulikan ocehan Rendi, ia langsung berjalan dan berhenti tepat di depan Dita. “Makasih buat es batu dan obatnya, Dit.” “Hah, i-i-iya, Kak,” jawab Dita dengan gugup. Matanya menatap Shelka yang berada di belakang Matheo. Mereka berdua pun saling memandang satu sama lain, mata mereka pun seakan berkomunikasi seperti memiliki ilmu telepati. Dita tersenyum ketika Matheo sudah berjalan keluar rumahnya. “Good luck,” bisiknya saat Shelka berjalan melewati dirinya.
1017.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 501 kali sebagai mata sendu
Baca
+Pustaka
Istri Tanpa Suami

Istri Tanpa Suami

"Mamaaaa!" **** ~Bersambung~
9.9169.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.7K kali sebagai mata sendu
Baca
+Pustaka
Mata Elang

Mata Elang

“Sebentar Mas!! Ada telepon dari mama,” Vanya segera menunjukkan layar ponsel ke Purnomo dengan kontak yang bertuliskan ‘Mama’. “Ingat!!! Segera masuk, jangan lama-lama diluar!!!” gertak Purnomo. Vanya mengangguk sambil mengangkat telepon, “Hallo Ma.” Purnomo segera masuk rumah untuk menunggu Vanya. Rumah sangat sepi ketika Mawar pergi bertemu dengan temannya, sedangkan Anita sedang berbelanja kebutuhan satu bulan.
108.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 224 kali sebagai mata sendu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status