Maduku Sahabatku
"Sudah, ayo Kaka Nada adik-adik sudah menunggu untuk segera pergi ke taman.
Kami berlima segera pergi menuju taman yang kami inginkan, Aku mengendarai mobil, susah payah aku mencoba untuk menata hati ini agar tetap terlihat baik-baik saja.
"Bu, ibu baik-baik saja?" Tanya mbok Yenni yang melihatku terdiam.
"Baik mbok, saya sedang fokus saja menyetir." Jawabku berbohong.
"Mbok hanya bisa bilang bersabarlah, buah dari kesabaran itu manis, Bu. Apalagi wanita sebaik ibu Tari, pasti akan selalu mendapatkan kebahagiaan setelah kesedihan."
Hot Chapters