MAWAR
Kening pelayan itu semakin mengernyit heran.
Mawar berdecih, dan menatap pelayan itu dengan malas, setelah sekian lama dia menunggu jawaban, tapi pelayan itu masih bungkam dengan kening yang terus mengerut. "tuhkan," tudingnya pada pelayan itu,"aku tahu standar pelayan di rumah ini memang aneh," Mawar mengibas-ngisakan tangannya di depan pelayan itu,"tidak apa-apa lupakan saja, akupun tidak heran jika kau tidak tahu cireng juga, benar bukan?"
"Tapi---"