Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Test Book

Test Book

Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai maudi
Baca
+Pustaka
Kesatria Tertinggi

Kesatria Tertinggi

Rune tidak mendengar jawaban dari Maurin, kemudian menghela napas untuk mencoba bersabar, lalu memutuskan untuk menunggu lagi sembari memandang langit. "Namaku Maudi," jawab Maurin berbohong. "Namaku Rune," kata Rune sembari melihat burung. Rune melepaskan pandangan dari burung, kemudian melihat sekeliling untuk menikmati pandangan hutan yang berada di sungai ini. Maurin berdiri, kemudian berjalan pergi. Rune mengikutinya, lalu perempuan tersebut sadar sedang diikuti dan langsung berlari sembari bertanya, "Kenapa kau mengikutiku?"
1013.7K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 520 kali sebagai maudi
Baca
+Pustaka
Duka Cita

Duka Cita

“Tapi, aku pengen kerja yang lain. Nantilah, sambil cari-cari kerjaan yang menantang.” “Oia, Mas, aku sekalian mau minta tolong,” kata Cita hanya diam dan melihat sang mami mengambilkan lauk untuknya. “Bisa tolong cariin mobil, nggak? Model SUV, budget dibawah 100. Merek apa aja, yang penting mesinnya masih bagus dan nggak rewel. Sama, yang spare partnya gampang dicari.” Sandra menepuk pelan punggung tangan Cita. “Kan, Mami sudah bilang, nggak usah ngerepotin Arya.”
9.838.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai maudi
Baca
+Pustaka
LUKA

LUKA

"AYAAAHHHHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!" ****
87.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 307 kali sebagai maudi
Baca
+Pustaka
Arimbi

Arimbi

Saat Frans mulai menjelaskan Sultan mendengarkan dengan baik, sesekali melihat pada kertas yang tertera. "Obat ini bukan pertama kali masuk ke dalam tubuh istri Anda, sehingga menyulitkan pemulihan. Crystal Meth adalah obat-obatan yang sangat mudah menyebabkan ketergantungan, dan berdampak buruk sistem syaraf pusat." Terang Frans sambil menunjukkan kertas lain, tampak bagian syaraf Arimbi terhambat dengan tumpukan hitam. Darah Sultan mendidih, marah bukan kepalang. Dia tahu siapa pelakunya. "Jadi, apa yang harus aku lakukan?"
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai maudi
Baca
+Pustaka
Mate

Mate

sahut Alfa sebel. Nuansa café yang serba pink dan sangat serba Korea memang menambah daya tarik café ini. Apalagi kalau pengunjungnya, penggila Korea kayak si Icha. “Huah Oppa Park Bo Gum!” jerit Icha histeris saat melihat gambar salah satu aktor korea di dinding café ini. Alfa melengos mendengar Icha. “Masih cakepan Masmu ini, Cha, Cha.”
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai maudi
Baca
+Pustaka
SPERANZA

SPERANZA

"Ada apa? Mengapa kau terlihat gelisah?" Caiden memperhatikan mimik wajah Xaviera. Dia sangat mengenal Xaviera dan mengerti kalau Xaviera sulit untuk menyembunyikan ekspresinya. Xaviera masih diam dengan kepala yang tertunduk. Caiden tersenyum tipis, tangannya bergerak menyentuh pipi Xaviera dan mengelusnya dengan lembut.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai maudi
Baca
+Pustaka
Audacity

Audacity

Adrian Tuan Dohl Downson memiliki badan besar tak kalah dengan banteng. Ketika menunggang alat rodeo, seperti melihat banteng naik sapi. Ketika musik Ghost Rider in The Sky mulai membahana, mengiringi goyang alat rodeo yang seperti meminta ampun keberatan, badan Tuan Dohl mulai bergoyang seperti kena gempa. Pasti susah menjadi mesin rodeo yang harus membuatnya tetap bergoyang, kalau bisa menjatuhkannya
9.714.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 302 kali sebagai maudi
Baca
+Pustaka
Mata Elang

Mata Elang

tanya kenek sopir bus tersebut. Vanya yang menundukkan kepala itu menyeka air matanya sebelum dia turun dari bus. Dia melihat terminal yang tampak asing baginya. “Pak, ini daerah mana?” tanya Vanya kepada salah satu pedagang asongan yang melewatinya. “Ini di Madiun, Mbak,” jawab pedagang itu sambil tersenyum, lalu dia pergi meninggalkan Vanya. “Waduh, dimana ini?? Aku baru dengar ada kota bernama Madiun,” gumam Vanya.
108.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 312 kali sebagai maudi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status