DIKIRA MISKIN
Ada pengajian, orgen tunggal dan dangdutan.
Mbak Wiwid memang seperti itu, ia ingin di anggap orang mampu dengan mengadakan acara di luar kemampuannya. Padahal, aku pernah lihat di televisi, anak sultan saja tidak mengadakan acara besar-besaran, khitan di rumah sakit, selesai. Sedangkan Rifki, sebelum khitan diantar atau lebih tepatnya diarak menggunakan satu bus besar oleh anak-anak seusianya karena memang satu kampung diundang semua. Belum lagi, anak-anak itu juga masih diberi uang saku setelah pulang nanti. Wajar saja kalau Mbak Wiwid harus menggelontorkan uang yang tidak sedikit.