Menantu Kuadriliuner
Ayyara menghiraukan ucapan Marcel dan terus berdoa dalam hati walau detak jantungnya berdetak kencang.
Anton mulai berdiri di depan, “Baiklah, saudara sekalian. Putra Pak Banara Darmendhara telah memilih perusahan mana yang akan menjadi partner Prince Group tahun ini.” dia mengangkat amplop yang tersegel rapat di tangannya. “Prince Group memilih …”
Saat Marcel hanya duduk santai, semua orang seketika terdiam menahan napas, sangat mendebarkan. Gerakan cepat Anton dalam membuka amplot itu bagi mereka terasa seperti gerakan slow motion.