Dokter, Sentuh Aku Lagi
“Ssshh, aku lagi meeting. Ini zoom, bahaya kalau di dengar orang lain.”
Nada dingin itu membuat Kirana terdiam. Ia mengunyah lagi dengan malas, tapi tak berani menyela takut pria itu marah. Beberapa kali matanya melirik ke arah Arion, berharap pria itu selesai cepat, tapi tak kunjung juga.
Angin puncak meniup lembut helai rambutnya, tapi suasana terasa beku. Tak ada tawa ataupun percakapan, hanya suara klik mouse dan obrolan bisnis yang terdengar di udara.