Tukang Pijat Tampan
Vera masih membuka naskahnya di halaman tertentu, matanya membaca ulang sebuah adegan dengan kening berkerut.
"Ehm," Adit berdehem pelan, lalu menatap Bu Ria yang duduk di seberang. "Bu, Pak, boleh kami izin sebentar? Kami mau diskusi berdua dulu. Cuma sebentar."
Bu Ria tersenyum paham. "Tentu, silakan. Kalian bisa pakai ruang diskusi kecil di sebelah. Lebih private."
Desta menunjuk ke arah pintu di samping ruang meeting. "Itu pintu sebelah kiri. Ruangannya nyaman, ada sofanya juga."