Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mengembalikan Senyum Bidadari

Mengembalikan Senyum Bidadari

Karena cinta yang dibumbui nafsu, ia sampai berselingkuh dan menceraikan Alina. “Dalam Islam, cinta adalah hal yang halal dan diridai, selagi cinta itu dalam jalur Islam. Cinta yang sejati itu adalah cinta kepada-Nya dan cinta karena-Nya. Jika kita mencintai karena Allah, maka akan membuat kita makin mendekatkan diri pada Allah. Namun, mencintai dengan berpacaran atau selingkuh, itu melanggar ketentuan Allah dengan mengikuti cara setan. Tanyakan pada dirimu sendiri, apakah mencintai karena Allah atau karena setan?”
10168.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.7K kali sebagai menangis dalam islam
Baca
+Pustaka
Bidadari Surga Milik CEO

Bidadari Surga Milik CEO

Ghina mengangguk, "Oke deh. Asal enggak berlebihan kita beli, ya." Dalam ajaran Islam, berhias tidak menjadi larangan karena itu adalah kebutuhan. Asalkan, jangan menjadikan pusat perhatian atau berlebihan. Islam mengajarkan berhias yang baik tanpa harus merugikan atau merendahkan martabat sebagai perempuan. Menjadi elok dan memesona kala dipandang adalah hal yang baik, menyejukkan hati. Namun tetap, selalu ada batasan. Agama mengatur segalanya dengan sedetail mungkin.
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai menangis dalam islam
Baca
+Pustaka
KUBUAT MEREKA KEPANASAN KARENA SUDAH MEREMEHKANKU

KUBUAT MEREKA KEPANASAN KARENA SUDAH MEREMEHKANKU

"Nggak. Sudah, kami cepat bereskan tissu-tissu ini, Eyang mau mandi." 'Eyang pasti mau nangis di kamar.' Indriani bergumam, lalu menatap langkah kaki Eyangnya menuju kamar. Indriani menggeleng pelan, dia tahu betul sifat Eyangnya itu. ________ Hari kemenangan umat islam sudah tiba, suara takbiran menggema di seluruh penjuru dunia. Suci bersimpuh di tanah makam Bu Sukma, isak tangis tidak mampu ditahannya lagi, wanita yang sudah seperti ibu kandungnya sudah lebih dulu pergi untuk selamanya.
5.545.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai menangis dalam islam
Baca
+Pustaka
PDKT di Sarang Monster

PDKT di Sarang Monster

"Pertama, ‘Dari Mana Kita Berasal’? Jika kau sadar kau adalah ciptaan Allah, kau tak akan pernah merasa sendirian. Kedua, ‘Untuk Apa Kita Hidup di Dunia? Kita di sini bukan untuk sekadar menjadi pemenang kompetisi. Kita di sini untuk sebuah mandat besar: menjadi hamba yang mempersembahkan karya terbaik sebagai bentuk ibadah. Caranya sederhana: Pastikan semua yang kau lakukan sesuai syariat Islam. Kenapa harus begitu?" Ia menjeda sejenak, membiarkan Dimas meresapi setiap kata. "Karena yang terakhir, ‘Ke Mana Kita Akan Pergi’? Kita semua akan kembali pada-Nya untuk mempertanggungjawabkan setiap usaha kita.”
998 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai menangis dalam islam
Baca
+Pustaka
Istri Kontrak Sang Hafidz

Istri Kontrak Sang Hafidz

Dia diam sebentar, lalu berkata, “Aku punya kenalan. Platform islami. Mungkin kamu bisa coba.” Aku menatapnya. “Serius?” “InsyaAllah. Kirim aja. Jangan takut ditolak. Yang penting niatnya.” *** Malam harinya aku tidak bisa tidur. Aku bangun, berwudhu, lalu salat tahajud. Sujudku malam itu lama… dan berat. *“Ya Allah, jika rasa ini salah, ampuni aku. Tapi jika Engkau mengizinkan, cukupkan dengan cara-Mu. Biar semua tetap dalam batas yang Engkau ridai.”*
656 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai menangis dalam islam
Baca
+Pustaka
'Ana-Ya'Inu: Tatapan Nyai Dasimah

'Ana-Ya'Inu: Tatapan Nyai Dasimah

Dengan sigap asisten dan Ustaz Fikri melepaskan tangan Imas dari leher Galih, lalu membaringkannya. "Innamā jazā'ullażīna yuḥāribụnallāha wa rasụlahụ wa yas'auna fil-arḍi fasādan ay yuqattalū au yuṣallabū au tuqaṭṭa'a aidīhim wa arjuluhum min khilāfin au yunfau minal-arḍ, żālika lahum khizyun fid-dun-yā wa lahum fil-ākhirati 'ażābun 'aẓīm. Illallażīna tābụ ming qabli an taqdirụ 'alaihim, fa'lamū annallāha gafụrur raḥīm. Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian
9.95.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 185 kali sebagai menangis dalam islam
Baca
+Pustaka
Tinggal Seatap dengan Maduku

Tinggal Seatap dengan Maduku

Balas Ahmad kali ini dengan raut serius. "Hanya menua saja?" Tanya Zia. "Dengan menua bersama setidaknya kita bisa bersama-sama saling membantu meraih ridho Allah. Karena berjuang agar tetap di jalan islam sendirian didunia ini akan sangat berat." Ahmad mengelus kepala Zia yang tertutup bergo panjang.
109.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 262 kali sebagai menangis dalam islam
Baca
+Pustaka
Mengejar Mentari

Mengejar Mentari

“Ya. Semoga Allah memberimu kemudahan. Hal. Meski kau orang baru, aku sudah menganggapmu sebagai adikku sendiri. Taatlah beribadah maka Allah akan menambahkan nikmat.” “Insya Allah, Mas. O iya, aku minta maaf karena harus mandi, Mas. Tubuhku rasanya lengket sekali.” “Silakan! Kutunggu kau di masjid untuk shalat isya’ berjamaah” “Insya Allah”
109.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 359 kali sebagai menangis dalam islam
Baca
+Pustaka
Jadi Kuyang

Jadi Kuyang

Dua tangannya sekarang memeluk perut. "Jika kau tetap menentang. Minyak yang sudah kau telan tadi, akan mulai menggerogoti organ dalammu. Itu reaksi dari kalimat istigfarmu tadi dan kau pasti sudah tahu, kau tidak akan mati walau isi perutmu sudah membusuk. Bayangkan saja Sendiri.” Ia bergidik sebentar. “Ya, selain syahadat, orang yang sudah menelan minyak kuyang harus menanggalkan keislamannya,” lanjut Edi, ia menerangkannya secara detail tanpa rasa bersalah sedikit pun.
5.56.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 200 kali sebagai menangis dalam islam
Baca
+Pustaka
Bukan Jodoh Pilihan

Bukan Jodoh Pilihan

“Aku sangat menyesal hingga sekarang. Apa kamu percaya akan karma? Bahwa apa yang terjadi karena ulah Mamahku sehingga aku dan kakakku dapat karmanya juga?” “Dalam islam gak ada karma. Adanya hukum sebab akibat. Tabur tuai. Siapa yang menabur maka dia akan menuai hasilnya. Kamu menabur masalahmu sendiri Amanda. Baik itu dengan kedua orang tuamu, Firman dan Gilang. Jadi nikmatilah hasil yang kamu peroleh.”
1034.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 788 kali sebagai menangis dalam islam
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status