Kami Bisa Tanpamu Mas
Mas Riza meneguk habis teh tawar dalam gelas yang ada di hadapannya.
Aku kehabisan kata-kata untuk menyanggah semua argument yang dikatakan Mas Riza, semua benar, aku terlalu melankolis dengan selalu memikirkan perasaan orang lain, namun tidak memikirkan diri sendiri.
“Mas, bukankah islam mengajarkan untuk memberi maaf, jika Allah saja mau memberi maaf dan pertolongan kepada hambanya yang sudah sangat durhaka kepada-Nya, lalu, apa kita pantas bersikap sombong dengan tidak memberikan maaf dan membiarkan orang yang bersalah kepada kita menderita? Padahal kita punya kesempatan untuk menolongnya,” tuturku hati-hati.
Hot Chapters