Semalam Bersamamu
Sulit bagiku mengenali orang lain, apalagi dengan riasan yang mengubah keseluruhan kontur wajah.
“Kinar ...,” sebutnya.
“Lupa.” Aku bergegas menghindar, tapi dia lebih dulu menarik lenganku, tepatnya menahan pergerakan karena aku tidak bergeser sedikitpun.
“Sini dulu,” pinta Kinar. “Kakak nyari Sara, kan?”
“Ngapain?” Aku enggak bisa nolak kalau pilihannya mencari Sara. Gimana cari jarum dalam jerami?