My Pain Killer
Tatapan Ares mengunci, menimbulkan gelenyar halus di dada, yang selalu kutahan.
Andai kamu tau, Res. Buku sketsaku hanya dipenuhi sketsa wajahmu, ungkapku dalam hati.
"Sketsa yang kamu bikin waktu pameran kebudayaan dulu, masih gue simpan," katanya, dengan senyum yang tidak biasa, menghias bibir. Menambah debaran yang semakin menguat dalam rongga dadaku.
"Males, ah! Gambar gue jelek," tolakku.
Hot Chapters