Cinta Dalam Sangkar Rahasia
“Aku tidak tahu... apakah itu pujian atau sekadar pengingat kalau aku bukan orang yang kamu cari.”
“Tapi kamu orang yang sedang berdiri di hadapanku sekarang.” jawabnya pelan, tapi tegas.
Ia mendongak. Dan untuk pertama kalinya, di tengah ruangan penuh karya seni yang bisu, ia merasa seperti dilihat. Bukan dari nama belakangnya, bukan dari reputasi keluarganya, tapi dirinya sendiri.
Untuk sesaat, mereka hanya berdiri. Tidak ada gerak, tidak ada suara selain detak jam antik di ujung ruangan. Tapi justru dalam diam itu, terasa seperti perjanjian diam diam sedang dibuat.
Capítulos em Alta