Lady Bug
"Bener, Kak? Kakak enggak bohong? M-maksudku, Kakak enggak berusaha menghiburkan belaka, kan?"
Anjas memberi anggukan kecil, juga senyum lembut. "Serius. Hal terpenting dalam novel menurutku adalah bab pertama. Sejauh ini aku merasa enjoy untuk membaca novel buatanmu. Waau konfliknya belum terasa, tapi karakternya sudah dapat,"
"Alhamdulillah." Sasa bertukar pandang dengan Mimi, sebelum kembali fokus pada pemuda di hadapannya. "Itu layak terbit, Kak? Bisa minta tolong menerbitkan gitu--"