Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suami gay saya

Suami gay saya

itu jauh dari kata untuk dibawa! Mendukung? Mengangkat? Ini sangat jauh! "Yah, aku tidak mau mengangkatmu, dasar babi brengsek!! shutangina!" 'Yah, aku tidak ingin mengangkatmu, kamu babi besar !! tutup angina!' 'babi kau!!' Apa yang dia katakan benar-benar melekat dalam pikiranku.
107.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196 kali sebagai mengangkat bahu
Baca
+Pustaka
NAIK RANJANG: Nikah Dengan Kakak Ipar

NAIK RANJANG: Nikah Dengan Kakak Ipar

"Makanya kalau pakai baju itu yang pas. Jadi tidak perlu, lah, diangkat-angkat seperti itu." "Yang beliin ini Mas Rofi." Aku tak mau disalahkan. Ia tersenyum sinis. "Ya dipotong, dong. Masak diangkat-angkat kayak kebanjiran gitu! Ck ck ck!" Ia menatap wajahku lalu tatapannya turun ke bawah. Aku langsung melepaskan kain yang tadi kuangkat sedikit, membuat bajuku yang melebar ke bawah langsung menutupi sandal berhak rendah yang kukenakan.
107.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 188 kali sebagai mengangkat bahu
Baca
+Pustaka
Pembalasan Sang Dokter Jenius

Pembalasan Sang Dokter Jenius

Ia melepaskannya hanya untuk melakukan hal yang lebih buruk. Dengan satu gerakan cepat yang tidak menunjukkan usaha sama sekali, tangan kirinya yang bebas kini menyambar kerah jubah hitam Ki Karyo yang compang camping. Ia mengangkat tubuh tua yang ringkih itu dari tanah seolah tak lebih berat dari sekarung kapuk. Kaki Ki Karyo menggantung beberapa senti di udara, ia meronta ronta lemah seperti seekor ikan yang diangkat dari air.
1021.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 650 kali sebagai mengangkat bahu
Baca
+Pustaka
Aku Bangkit dari Lembah Neraka

Aku Bangkit dari Lembah Neraka

Ia mengangkat tangan. “Lelang dimulai.”
107.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 285 kali sebagai mengangkat bahu
Baca
+Pustaka
Jadilah Pria Kencang Kendor

Jadilah Pria Kencang Kendor

“Cuma mau suasana baru.” “Seperti ada yang memperhatikanmu.” “Betul.” Yah, itu agak menyedihkan, tapi kurasa kita punya kesamaan. “Kau siap untuk ini, Galah?” Aku menyelipkan sarung tanganku di bawah lenganku, mengangkat bahu, menyandarkan siku yang lain di tepi bak truk, menggantungkan pemukul di antara jari-jariku. “Kenapa nggak?”
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai mengangkat bahu
Baca
+Pustaka
Ngakunya Pengangguran, Ternyata Penguasa Dunia

Ngakunya Pengangguran, Ternyata Penguasa Dunia

Shen Hua tersenyum hangat, lalu mengangguk juga. Wasit itu mundur ke tepi platform, lalu mengangkat tangannya tinggi-tinggi. "MULAI!"
1082.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai mengangkat bahu
Baca
+Pustaka
Kultivator Jiwa Modern

Kultivator Jiwa Modern

“Aku takut… aku takut… tolong selamatkan ayah…” Bara menatap pria itu, lalu menatap lorong di belakang. “Kita harus naikkan dia ke permukaan.” Gerry mengangkat tangan. “WOY! Badannya besar! Aku nggak bisa angkat orang sebesar itu!” Kael mencubit kuping Gerry. “Bukan kau yang angkat. Aku.” Gerry: “ADUUH! Sakit!” Kael mengangkat pria itu ke punggungnya.
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai mengangkat bahu
Baca
+Pustaka
Suamiku Bocil Tajir

Suamiku Bocil Tajir

Melihat bahu Atika yang polos, sesuatu di dalam sana terbangun lagi. “Cepat mandi! Penampilanmu terlihat kacau!” Elang melemparkan handuk yang tepat mengenai kepala Atika, hampir saja Atika terhuyung ke belakang jika ia tidak sigap menahan bobot tubuhnya sendiri.
108.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 288 kali sebagai mengangkat bahu
Baca
+Pustaka
LEGENDA PENDEKAR MABUK

LEGENDA PENDEKAR MABUK

"Ayo tunjukkan semua kemampuanmu. Aku ingin tahu seperti apa kehebatan Pendekar Mabuk Sinting!" "Baik, sebelum bertarung cobalah kau pegang dan angkat bumbung tuak ini!" Saka Sinting langsung melemparkan bumbung tuak ke arah Bardi Sugala. Bardi Sugala yang tidak tahu tentang bumbung tersebut menganggapnya hanya bambu biasa wadah tuak saja. Dia mengulurkan tangan menangkap bumbung tersebut. Tepp! Awalnya memang bisa dipegang, tapi alangkah terkejutnya ketika mendapati bumbung itu sangat berat bagaikan mengangkat batu sebesar kerbau.
1032.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 853 kali sebagai mengangkat bahu
Baca
+Pustaka
Sibunian Tongga - Kitab 2: Teratai Abadi

Sibunian Tongga - Kitab 2: Teratai Abadi

“Hentikan seranganmu, Sukat!” Bertiga dengan yang lainnya, Rajo Bungsu mendekati si Kabau Sirah yang masih menginjak dada Antaguna. “Cih!” si Kabau Sirah meludah, nyaris saja mengenai wajah Antaguna, dan melepaskan injakan kakinya dari dada lawannya. “Kau tidak ada apa-apanya, tapi begitu berlagak di hadapanku!”
1074.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai mengangkat bahu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status