Terlalu Kaya dan Tampan
Setiap kali ia memejamkan mata, dadanya terasa hangat aneh—bukan hangat yang menenangkan, melainkan seperti ada denyut kecil yang berulang, ritmis, seolah tubuhnya sedang merespons sesuatu yang tidak bisa ia lihat.
Nadia menarik napas panjang, mencoba menenangkan diri.
“Cuma capek,” bisiknya. “Cuma pikiran.”
Tapi tubuhnya tidak setuju.
Rasa hangat itu tidak hilang. Justru semakin jelas, berpusat di dada, lalu menjalar ke ujung jari. Bukan sakit. Tapi juga bukan sesuatu yang wajar.
Tanpa benar-benar sadar kapan, kelopak matanya akhirnya tertutup.
Bab Populer