Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
The Crown Prince, Sang Putra Mahkota

The Crown Prince, Sang Putra Mahkota

Dindingnya berwarna kuning pucat, sedangkan kusen-kusen kayunya dicat warna hijau. Ruangan ini berisi beberapa perabot khas kantor di perkebunan, dengan dua buah meja besar. Satu meja tampak kosong sedangkan meja lain berisi sebuah PC. Masing-masing meja dilengkapi dengan kursi berlengan. Dua buah lemari arsip berjajar di belakang meja tersebut. Ada sebuah wastafel tanpa kaca dan sebuah dispenser berisi air mineral. Perabotan lain ada satu set kursi tamu dengan lengan kayu dan alas busa. Terdiri dari sebuah kursi panjang, mungkin bisa muat untuk tiga orang dan dua buah kursi ukuran satu orang. Meja kopi rendah berada tepat di tengah set kursi tamu tersebut. Kania sedang duduk di salah satu k
109.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 205 kali sebagai menggambar kursi dan meja
Baca
+Pustaka
Gairah Cinta Sang Penggoda

Gairah Cinta Sang Penggoda

Tak ada lagi yang menarik perhatiannya, hingga akhirnya Kia mendekati meja kerja dari kayu berwarna gelap mengkilap dan kursi bersandaran tinggi yang terlihat empuk. Kia menduduki kursi dari bahan kulit berkualitas itu, sejenak menikmati bagaimana rasanya menjadi Byan, sebelum menatap ke sebuah pigura foto di atas meja yang menghadap ke arah dirinya, dan terpaku. Pigura itu berisi sebuah foto seorang wanita cantik yang sedang tersenyum sambil memegangi perutnya yang sedang... mengandung.
10126.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.6K kali sebagai menggambar kursi dan meja
Tampilkan Ulasan (21)
Baca
+Pustaka
Black Aurora
Maaf karena menunggu terlalu lama, real life sedang hectic2nya. Dan kisah Byan-Kia ini memang dimaksudkan sangat singkat ya, jadi sekarang sudah tamat tanpa ekstra2 part. Terima kasih untuk kakak2 yg telah membaca hingga akhir. "Belenggu Hasrat Mantan Suami" adalah karyaku selanjutnya, ditunggu ya.
Meri Susanti
ceritanya Bagus,sangat menarik singkat,padat n jelas gak bertele2 dg ending yg membahagiakan.Terima Kasih untuk Ceritanya yg bagus ini Thor,Tetap Semangat menulis karya2 berikutnya.Sukses selalu thor.
Baca Semua Ulasan
Assalamualaikum, Ex-Husband!

Assalamualaikum, Ex-Husband!

Aku bergerak seperti kamera Bang Napi, merekam setiap momen. Aku duduk di depan mejanya. Ada kursi yang khusus dipakai tamu. Tapi, kursi ergonomis ini begitu tinggi, sampai ujung-ujung jari-jari kakiku tak menyentuh lantai. Aku menggeser bokong lebih ke dalam kursi yang empuk. Aku seperti anak kecil. Mejanya terasa sekali versi laki-laki. Ada post it biru. Ia memiliki pensil runcing berjumlah lima, dan empat bolpoin. Tidak ada snack di mejanya, hanya ada permen mint.
1020.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 811 kali sebagai menggambar kursi dan meja
Baca
+Pustaka
Kembalinya Sang Dewa Pedang

Kembalinya Sang Dewa Pedang

tanya Tuan Luo seraya menyandarkan punggungnya pada kursi kayu yang sederhana namun kokoh. Ia duduk dengan postur santai, kedua tangannya bersilang di atas meja kecil yang terbuat dari kayu pear. Permukaan meja itu dipahat dengan ukiran halus, mencerminkan keahlian pembuatnya. Meski terlihat sederhana, ukirannya memiliki keindahan tersendiri yang menyiratkan selera elegan pemiliknya. Namun, bagi Junjie, tetap saja meja ini masih lebih mewah dibandingkan semua perabotan di rumah beroda milik Ren Hui.
9.527.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 747 kali sebagai menggambar kursi dan meja
Tampilkan Ulasan (15)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang anak yang dikucilkan menjadi seorang Pendekar hebat bergelar Kaisar hanya di novel berjudul PENDEKAR KAISAR RASKAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
Yzuki_
hai... ceritamu bagus! mungkin kah kamu juga tertarik dengan ceritaku? mungkin sedikit berbeda dari yang lain. cerita fantasi lokal di dunia modern. tokoh utamanya anak SMA kembar cewek cowok. semoga kamu tertarik, terimakasih
Baca Semua Ulasan
Ibu Susu Untuk BOSKU

Ibu Susu Untuk BOSKU

Di tengah ruangan terdapat sepuluh meja kerja yang tersusun rapi, masing-masing dilengkapi dengan kursi ergonomis, monitor komputer, dan perlengkapan kerja lainnya. Ronald kembali ke meja kerjanya dan langsung sibuk dengan berkas-berkas yang menumpuk di hadapannya. Lalu aku duduk di kursi yang telah disediakan di salah satu meja, berusaha menenangkan diri di tengah suasana yang tampak sangat sibuk. Dia membuka beberapa map, membolak-balik halaman, dan mengetik sesuatu di laptopnya. Setelah beberapa menit, Ronald akhirnya menoleh padaku.
1065.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai menggambar kursi dan meja
Baca
+Pustaka
Gadis Penari Sang Presdir

Gadis Penari Sang Presdir

ucap Sahara, menepuk-nepuk pegangan kursi dan mengayuhnya pelan. Roy menunduk di belakang istrinya. “Aku sudah tahu kalau kamu pasti akan menyukainya. Aku mendesain kursi ini sendiri dan membuatnya di tempat produksi furniture langganan. Kursi ini kunamakan Talita’s Baby dan aku sudah mematenkannya. Aku bisa memastikan kalau hanya istriku yang menggunakan model kursi ini. Berbahan kombinasi dari kayu dan besi yang kuat. Bisa dipakai untuk sekedar duduk bersantai, dan nyaman saat kamu menyusui atau menimang bayi.” “Suamiku memang hebat. Ternyata juga jago mendesain,” ucap Sahara, meraba dagu Roy yang menunduk di atas bahunya.
9.91.0M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33.3K kali sebagai menggambar kursi dan meja
Tampilkan Ulasan (295)
Baca
+Pustaka
Zizizaq
Baca karya orang buat belajar, Dan ini karya yang keren! Baca juga karya Zizizaq. 1. Antara mencintai dan melupakan (tamat 2. Nikah Kontrak berbuah cinta (tamat 3. Wanita ketiga duda kaya (tamat 4. Siksaan dari tunangan kakakku
Joanne Irene
walaupun novel ini udah lama, dan aku baru tau dan baru baca. tp jujur novelnya bagus banget. awalnya masih agak bingung dengan alur ceritanya, tapi pas udah ngalir aja, malah candu banget bacanya. terima kasih author. bisa kali S2? wkwkkwkwkw
Baca Semua Ulasan
Pendekar Kembara Semesta Seri 2

Pendekar Kembara Semesta Seri 2

Wadungsarpa dan ketiga pembantu setia membalas dengan cara menunduk hormat pula. ”Silakan duduk, Sanggariwut!” kata Wadungsarpa. ”Sudah lama kamu kutunggu-tunggu....” Sanggariwut duduk di kursi bersama mereka. Kini kelima orang itu telah duduk di kursi masing-masing. Kursi yang mereka duduki terbuat dari kayu jati yang diukir dengan bagus. Ada nuansa mewah dan megah melekat pada kursi-kursi jati terukir yang diduduki kelima orang tersebut. Ada meja bundar kecil di depan mereka.
1012.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 497 kali sebagai menggambar kursi dan meja
Baca
+Pustaka
TRASHY

TRASHY

Karena masing-masing kelas isinya dua puluh lima anak, jadi total barisan ada lima dari depan ke belakang dan lima deret kursi plus meja dari pintu ke meja guru. Berhubunng waktu bel masuk masih panjang dan kelas juga sudah lumayan ramai, gadis berikat rambut dengan bentuk ekor kuda memilih untuk menggambar. Diambilnya buku gambar ---mini, yang ukurannya persis seperti buku tulis ---SI IBU, pensil, serta penghapus. Jari-jarinya melanjutkan lagi gambar perempuan bertopi pantai dengan rambut panjang sepinggang yang tengah menatap sunset.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai menggambar kursi dan meja
Baca
+Pustaka
Malam Pertama Sang Istri Kontrak

Malam Pertama Sang Istri Kontrak

“Itu artinya kita bisa menghemat banyak. Dengan begitu, kita bisa gunakan uangnya untuk bahan makanan.” Arga menatap wajah istrinya yang penuh semangat, lalu tiba-tiba mencoret-coret kertas di sampingnya, menggambar garis besar denah halaman depan rumah. “Kalau meja ditaruh di sini, kursi di sini, dan tempat minuman di sudut, akan lebih rapi. Apa kau setuju?” Aisyah terkejut melihat keseriusannya, lalu menutup mulutnya sambil tertawa kecil. “Kau terlihat seperti arsitek, Arga.”
101.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai menggambar kursi dan meja
Baca
+Pustaka
 RITUAL GUNUNG KEMUKUS

RITUAL GUNUNG KEMUKUS

Kesi segera beralih memegang erat tubuh Badrun. “Mas, tempat apa ini? Yang barusan beneran suara mereka?” tanya Kesi dengan bibir bergetar. “Entahlah, Dek. Sekarang gak ada suara apa pun,”jawab Badrun sambil membelai rambut Kesi. Keduanya lalu berjalan beriringan menuju meja makan. Ada empat kursi kayu dengan warna kusam mengelilingi meja berbentuk persegi. Perabot kayu ini terbuat dari pohon jati.
1019.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 603 kali sebagai menggambar kursi dan meja
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status