Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

"Kalimat ini sungguh indah, Kak. Dan lihatlah, gaya tulisannya sangat rapi dan berkelas! Orang ini benar-benar mengerti apa yang diinginkan laki-laki." Pujian tulus dari adiknya itu justru menjadi bensin bagi api kemarahan Tahan Sagala. Ia tidak melihat keindahan pada selebaran itu; yang ia lihat adalah racun yang sedang disuntikkan langsung ke jantung pasukannya.
101.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 32 Beses bilang menulis indah
Read
+Library
Cahaya Bulan yang Merindukan Masa Indah

Cahaya Bulan yang Merindukan Masa Indah

Namun, semuanya hanya bisa tersampaikan lewat satu kalimat. "Riana, maafkan aku. Semoga sisa hidupmu dipenuhi kedamaian dan kebahagiaan." Entah sejak kapan, Brian sudah berdiri di belakang Riana dan perlahan merangkul bahunya. "Aku akan memastikan kamu selalu bahagia." Ya, dia pasti akan selalu bahagia. (Tamat)
12.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 253 Beses bilang menulis indah
Read
+Library
Fragmen di Bawah Hujan

Fragmen di Bawah Hujan

Ia membacanya lagi dan lagi, sampai setiap not terasa seperti detak jantungnya sendiri. Aira duduk di antara puing perpustakaan itu, menatap ke langit kelabu yang tak lagi menakutkan. Ia tersenyum, untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun. “Baiklah,” bisiknya. “Kalau langit belum selesai, maka biar aku yang menulis akhirnya.” Ia membuka buku hariannya dan menulis satu kalimat baru: “Langit tidak harus biru untuk disebut indah. Kadang abu-abunya lebih jujur, karena di sanalah aku mendengar kau bernyanyi.”
101.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 40 Beses bilang menulis indah
Read
+Library
Setelah Kamu Pilih Dia

Setelah Kamu Pilih Dia

katanya, “kadang aku iri.” Dinda menoleh. “Iri kenapa?” “Karena kamu bisa menulis luka dengan begitu indah.” Dinda tersenyum. “Kamu tahu kenapa bisa begitu?” “Kenapa?” “Karena sekarang aku menulisnya dari tempat yang aman. Tempat yang nggak lagi menyimpan marah, tapi menerima. Tempat bernama… kamu.” Rayhan menatapnya, lama. “Aku bahagia kamu sampai ke sini.”
88.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 339 Beses bilang menulis indah
Read
+Library
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Semua mengalir. Ilustrator menggambar. Namun ia tidak memikirkan hasil akhirnya. Ia hanya menikmati setiap garis. Setiap goresan terasa seperti napas. Penulis menulis. Namun ia tidak membaca ulang. Tidak mengoreksi. Tidak mengukur. Ia hanya menulis. Dan kalimat-kalimat itu terasa hidup, bukan karena sempurna, namun karena jujur.
902 viewsOngoingIdinagdag sa Library 31 Beses bilang menulis indah
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status