Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mantanku Kembali

Mantanku Kembali

Aku mengambil buku catatanku dan mulai menulis. Dengan setiap kata yang kutulis, aku merasa sedikit lebih ringan. Aku menuliskan semua yang kurasakan—rindu, kesedihan, dan harapan. Terkadang, mengekspresikan perasaan di atas kertas bisa lebih mudah daripada mengatakannya langsung. Aku menulis tentang semua kenangan indah yang aku miliki dengan Adrian, tentang impian yang kami bangun bersama, dan tentang rasa sakit yang aku rasakan setiap kali memikirkan masa depan yang tidak pasti.
2.0K viewsCompletedAdded to Library 69 Times as menulis indah
Read
+Library
LUKA TAK BERDARAH

LUKA TAK BERDARAH

*** Malam hari yang cerah dengan ditemani cahaya rembulan Memancarkan kerinduan hati yang dirundung gelisah Tanpa bisa aku membendungnya Hanya mampu untuk berkirim pesan dengan jemariku Sambil berbaring terlentang di kasur kesayangan Aku mulai memainkan jemari Merangkai kata-kata indah sang pujangga Untuk sebuah cinta kasih pada sang pujaan hati Dalam lantunan keheningan malam Aku sangat merindukan hadirmu Sebagai teman bercanda dan mengobrol santai Berbicara tentang cinta Tit … tit … tit … Sebuah pesan singkat masuk ke kotak pesan sms HP Eguh, lalu dibukanya sms yang baru masuk itu, yang ternyata dari Indah. “Guh, maaf ya tadi tidak bisa nyusul ke kantin. Soalnya tadi sibuk menyalin catatan
96.5K viewsOngoingAdded to Library 162 Times as menulis indah
Read
+Library
Nama Putriku Nama Mantannya

Nama Putriku Nama Mantannya

ucapnya dalam hati. Mulailah Ida mengetik kata demi kata yang dia rangkai menjadi sebuah kalimat yang indah. Ida pun memperhatikan setiap kalimatnya setelah dikritik habis oleh salah satu penggemarnya yang sangat antusias menilai tulisan cerita yang dibuat Ida dan tak lain adalah suaminya sendiri dengan nama pengagum rahasia. Bahkan setiap kata demi kata Ida menulisnya dengan penuh makna yang tersirat di dalamnya.
1013.7K viewsCompletedAdded to Library 506 Times as menulis indah
Read
+Library
Selingkuhannya Pengasuh Anakku

Selingkuhannya Pengasuh Anakku

Dapatkah berlabuh di hatimu tanpa syarat apapun, yang akan membuat jiwaku meronta bahagia) Kini jemari Sekar mulai menari-nari di atas papan keyboard handphone miliknya. "Baris demi baris kata yang kau tuliskan untukku, terlalu panjang untuk ku baca! bak anak sekolahan yang ditugaskan untuk membaca buku, sementara aku bukan seorang yang kutu buku, suka membaca apalagi kata-kata pujangga. Kata-katamu terlalu Indah untuk kusimpan! terlalu mempesona untukku perlihatkan pada semua orang, keberhasilan mu untuk merayuku! sebab aku takut jika perasaanku terbang nanti terjatuh sedalam-dalamnya." Kirim, centang biru.
107.7K viewsCompletedAdded to Library 201 Times as menulis indah
Read
+Library
Terjerat Cinta Sang Barista

Terjerat Cinta Sang Barista

“Seseorang menuliskan ini untukku.” Mia menyambar kertas di tangan Andrea, membaca keras-keras. “‘Keindahan tidak terpancar pada wajah. Keindahan adalah cahaya yang bersinar dalam hati. Lalu bagaimana kau bisa tampak memukau pada keduanya?’” Mia mengamati Andrea dengan ekspresi tercengang. “Apa kau baru saja memiliki pengagum rahasia?” Andrea menipiskan bibir, merampas kembali kertas dalam genggaman Mia. “Bukan rahasia kalau aku tahu siapa yang menulis.”
101.6K viewsOngoingAdded to Library 45 Times as menulis indah
Read
+Library
Kesendirian

Kesendirian

Lama juga menunggu pukul 04:00 sore, aku rebahan dulu sambil menulis juga mendengarkan musik. Ternyata ada manfaatnya saat kita menulis yaitu : menuangkan segala perasaan yang kita rasakan tentang apapun itu kedalam bentuk tulisan, kita menjadi lebih baik dari hari-hari yang kita jalani dan saat menulis kita mengungkapkan perasaan itu, hanya kita yang tahu saat kita membaca cerita yang kita tuliskan, sering kita tersenyum sendiri, dan saat menulis kita sedang berkaca juga berbicara dengan diri sendiri, percayalah diri kamu itu sangat berharga. Maka jangan pernah mengeluh akan hidup. Kamu harus bersyukur setiap saat akan berkat yang sudah Tuhan berikan. *****
102.3K viewsOngoingAdded to Library 91 Times as menulis indah
Read
+Library
Menantuku Selalu Menyembunyikan Makanan di Kamarnya

Menantuku Selalu Menyembunyikan Makanan di Kamarnya

Biar lah kalau dia mau marah, toh sudah biasa aku dimanyunin Nina. "Hebat dari segi apanya, sih? Karena dia bisa bikin buku? Kalau gitu mah aku juga bisa, tinggal nulis doang apa susahnya?" tukasnya lalu mencomot kornet yang membuatku berhasil menelan ludah. "Nulis orang biasa sama nulisnya Penulis itu beda," terangku. "Hahaha, sama saja." "Beda, beda sekali! Non Indah itu punya otak, dan otaknya digunakan dengan baik!"
104.4K viewsOngoingAdded to Library 141 Times as menulis indah
Read
+Library
Selamanya Kamu

Selamanya Kamu

Agaknya ia menggunakan kesempatan ini dengan baik, masih berusaha untuk memenangkan hati tetangganya itu. "Grace. Itu ngetik apa?" Indah datang dari belakang Grace, jari telunjuknya mengarah pada layar laptop. Tulisan tidak bermakna 'ksoitsm vyksmsm riji jir' membuat Grace tersadar bahwa dirinya sama sekali tidak fokus. "Lah kok gini? Grace mau nulis 'Laporan Bulanan Toko Kue'. Wah keyboard-nya rusak kali," kilahnya sambil terkekeh.
8.6K viewsCompletedAdded to Library 248 Times as menulis indah
Read
+Library
Pembantu Rasa Nyonya

Pembantu Rasa Nyonya

Benar kata temanku dulu. Tidak semua yang ada di pikiran, bisa diungkapkan dengan kata-kata. Seringkali menuangkan isi kepala melalui tulisan pesan atau surat. Ini terasa lebih indah dan mengena. Itu seharusnya.
9.81.3M viewsCompletedAdded to Library 33.9K Times as menulis indah
Show Reviews (144)
Read
+Library
Penghujung Cerita
Rani tidak sadar bahwa dari dulu mas Suma xpernah suka wanita dan wanita pertamanya adalah Rani kalu Suma curang knpa dari dulu tidak buat knpa baru skrng pdhl dia duda udah lama menurutku paling hebat itu Dewi ngk ada wanita lain..
Astika Buana
Terima kasih sudah membaca cerita ini. Ikuti cerita lainnya dengan ketik di kolom pencarian: astika buana. . Terima kasih. Sayangi diri kalian dengan selalu bahagia, apapun keadaannya. . LOVE astika Buana
Read All Reviews
PESONA ISTRI NAKAL CEO

PESONA ISTRI NAKAL CEO

“Tulis apa pun yang ingin kamu katakan, tanpa perlu berpikir benar atau salah.” Reina menarik napas panjang, menunduk, dan perlahan menorehkan kata di atas kertas. Baris pertama masih goyah, huruf-hurufnya bergeser tak rapi. Ia menulis pelan, nyaris berbisik, ‘Ma, aku rindu.’ Air matanya jatuh sebelum baris kedua sempat selesai. Abian segera bergerak, mendekat, merangkul bahunya. “Nggak apa-apa, Sayang,” bisiknya. “Tulisin aja semuanya. Aku di sini.”
102.9K viewsCompletedAdded to Library 80 Times as menulis indah
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status