Derita Pernikahan Paksa
pinta River dengan lembut.
Dengan polos, Vivian mendekat, membiarkan matanya terpaku pada saat-saat River mulai menulis kalimat-kalimat indah dalam buku, namun sebelum tinta menyentuh kertas, River tak henti-hentinya memandang Vivian dengan penuh kagum. Wanita di sampingnya terlihat begitu cantik, polos, dan menggemaskan, menciptakan pemandangan yang lebih indah melebihi sastra terindah.
Berlainan dengan itu, Vivian tampak kebingungan saat River tak juga memulai menulis apapun. Dia melihat River masih setia memandanginya dengan fokus tak tergoyahkan.
Hot Chapters