Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
LEAK

LEAK

om bhur bhuvah svah tat savitur varenyam bhargo devasya dhimahi dhiyo yo naha pra-chodayat om bhur bhuvah svah tat savitur varenyam bhargo devasya dhimahi dhiyo yo naha pra-chodayat Seiring lantunan mantra yang diucapkan oleh Wayan Suri terdengar suara angin semilir berputar dalam ruangan. Aliran angin tersebut berasa sejuk beraroma wangi cendana. Asap putih bersih mengepul dari sekujur tubuh Ni Kesumasari lalu rata menyelimuti setiap bagian tubuh.
9.916.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 601 kali sebagai menyusuri
Baca
+Pustaka
MENYUSUI TUYUL

MENYUSUI TUYUL

Pak Duki, Karin, Trisna, dan seorang perempuan paruh baya itu tengah mentertawakannya. Di sudut lain. Anak kecil-kecil dengan mulut memanjang ke atas tengah bersuka cita menyiapkan kayu-kayu bakar. Gamelan itu masih mengalun seolah mengiringi tubuh sakarat Sutoro yang ditarik anak-anak kecil itu. Mereka terus menarik Sutoro tanpa ampun dan melemparkannya ke atas bara api yang berkobar. Sorak-sorai menggema di puncak Gunung Kemukus. "Mas Hasan!"
1039.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai menyusuri
Baca
+Pustaka
Mencuri Calon Suami Adikku

Mencuri Calon Suami Adikku

“Tidak akan ada yang bisa mengejar saat aku menyembunyikanmu, Rain Bisikan itu sangat empuk, tidak dihembuskan di depan telinga Suri, tapi cukup untuk mendirus kehangatan pada permukaan kulitnya. Menggoda—bukan nafsunya, tapi ambisi. Suri penuh oleh ambisi saat ini. Meski kemungkinan masa depannya gelap, tapi ambisi Suri terus menyala sangat terang—panas dan bergolak.
1017.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 400 kali sebagai menyusuri
Baca
+Pustaka
Nyonya Puas Abang Lemas

Nyonya Puas Abang Lemas

Adisty benar-benar tahu cara menyiksanya perlahan-lahan. Rusdi berusaha menuruti perintah itu dengan sisa-sisa kewarasannya. Tangannya yang besar dan kasar turun perlahan dari bahu menuju punggung atas, menyusuri area di sekitar tulang belikat Adisty. Keringat dingin semakin membanjiri keningnya. Pemandangan kulit punggung yang mulus dan aroma tubuh Adisty benar-benar menguji imannya.
9.6301.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.8K kali sebagai menyusuri
Baca
+Pustaka
SURGA YANG TAK DIINGINKAN

SURGA YANG TAK DIINGINKAN

Lebih baik jujur "Aku men---"" BERSAMBUNG
9.725.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 966 kali sebagai menyusuri
Baca
+Pustaka
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

Dia duduk berlutut, menengok ke sana kemari, mengamati sekeliling. “Ayo, kita susuri gua ini,” ajak Baramundi sembari bangkit, menepuk-nepuk pakaian berwarna ungu, lalu memastikan goloknya anteng berada di pinggangnya yang kanan. Senala dan Mamak Jambul mengikuti Baramundi yang sudah menyusuri gua. Si Manis berlari-lari menyusul Senala lalu seperti kebiasaannya, bahu Senala adalah tempat terbaik baginya selama perjalanan menuju puncak Bukit Berkabut.
101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai menyusuri
Baca
+Pustaka
Istri yang Kau Remehkan

Istri yang Kau Remehkan

Alih-alih mencemaskan Pras, Suri kini memanfaatkan waktu luangnya dengan hal yang lebih bermanfaat, yaitu merajut dan menguprade diri! Setelah menyusuri hampir 12 toko, Suri nyaris berteriak girang kala memindai warna-warna benang di toko terakhir. Akhirnya, ia melihat ada warna purple gold dan dragasi watercolors di pajangan kaca toko!
1082.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai menyusuri
Baca
+Pustaka
Istri yang Kau Hinakan

Istri yang Kau Hinakan

ujar wanita tua itu dengan iba melihat keringat dingin membasahi dahi Nadine yang belum sembuh total. Saat ini Sadam sedang pergi ke luar kota. Sudah dua hari suaminya itu pergi dan kemungkinan hari ini pulang. Nadine melangkah ke ruang keluarga di mana Saras berada. "Ibu panggil aku?" "Aku mau nyuruh kamu belanja ke supermarket. Ini daftar belanjaannya." Saras menyimpan kertas berisi daftar belanjaan yang begitu panjang beserta sejumlah uang yang entah cukup atau tidak untuk membeli semua yang tertera pada daftar belanjaan itu.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai menyusuri
Baca
+Pustaka
MENYESAL MENDUAKANMU

MENYESAL MENDUAKANMU

Faisal tersenyum, mengecup pipi Karin dan akhirnya membiarkan kami pergi. Angin yang bertiup sepoi-sepoi membuat udara terasa sejuk. Sinar matahari sore kejinggaan pun sangat terlihat indah. Ditambah lagi dengan adanya burung-burung yang berterbangan di atas lautan. Bak sebuah lukisan alam. "Mas ... aku mau duduk di sana." Karin menunjuk pasir putihnya. Aku berpindah ke depannya, lalu berjongkok. "Ayo!"
9.8237.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.7K kali sebagai menyusuri
Tampilkan Ulasan (32)
Baca
+Pustaka
pepee.rahmah
Dikira Malik dah tobat beneran, ehh...ternyata masih tukang bo'ong. Duhhh klo sampe Karin beneran balikan ma Malik, artinya ni cerita g jauh beda ma cerita2 translate yg lain. Tokoh utama balikan lg cowok pengkhianat. Semoga bedaa...
Uli arta
Author bagus banget ceritanya.air mata ku trus mengalir,Thor pengen ada extra part smpai Kamal merid.klo bsa bikin cerita baru utk ayesa dan Faisal. ini novel y harus di baca ya guys,nyesel klo g baca.trimakasih author Airi Mitsukuni,telah berhasil membuat aku menangis.
Baca Semua Ulasan
Finding the Sun (Bahasa Indonesia)

Finding the Sun (Bahasa Indonesia)

“Kalau aku suka sama udang menteganya. Sausnya enak.” “Kalau gitu aku pilih itu aja deh!” “Yaudah tunggu sebentar ya!” ucap Satria. Dia melangkah pergi untuk memesan makanan di kasir. Meninggalkan Amara yang melihat-lihat pemandangan sekitar.
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 334 kali sebagai menyusuri
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status