Penyamaran CEO Tanaka
Dadanya terasa sesak, seperti ada batu besar yang menghimpit dari dalam.
Ia tahu, ia bisa saja mengejarnya. Bisa memaksa untuk menjelaskan semuanya — dari awal sampai akhir. Tapi sesuatu menahannya: rasa bersalah yang terlalu dalam, rasa takut yang terlalu besar.
Ia membungkuk sedikit, menatap telapak tangannya sendiri. Jemarinya gemetar.
“Semua ini salahku,” gumamnya pelan. “Aku yang menunda, aku yang menyembunyikan, aku yang kehilangan.”