Menantu Paling Berkuasa
Raras merasa dikejar oleh perasaan bersalah yang begitu besar.
"Maafkan aku, Ma, Pa," gumamnya dengan suara lirih, seraya menundukkan kepala. Namun, dirinya tahu bahwa ucapan maaf tidak akan cukup untuk menggantikan rasa sakit yang telah ia berikan pada kedua orang tuanya.
Perasaan penyesalan memenuhi hatinya.
"Kata maaf saja tak cukup, Raras. Peristiwa ini akan terus melekat pada dirimu, seperti tato hitam yang sulit dihapus," tegas sang mama, menyembunyikan tangis di balik getirnya kata-kata.
Hot Chapters