Rasaku Ditelanjangi
Setiap pukul delapan pagi, aku sudah duduk di depan layar komputer, membenamkan diri dalam dunia angka yang rapi—berbanding terbalik dengan hidupku sendiri.
Di antara hiruk-pikuk ruang kantor, ada kedatangan yang nyaris tidak terasa. Ia bukan tipe pria yang membuat semua wanita menoleh dengan gaya flamboyan atau wangi yang menyengat. Justru sebaliknya—ia terlalu tenang. Terlalu santun. Terlalu... berbahaya.
Namanya Arga.