Pendekar Sinting dari Laut Selatan
kata Ki Kusumo seraya menghapus keringat di kening keriputnya dengan lengan baju.
"Aku cuma ingin tahu, mimpi apa yang telah Panembahan alami?"
Dongdongka 'ngedeprok' seenaknya di atas pasir, seperti tingkah seorang bocah.
"Aku mimpi, murid kita diserang dua ekor ular. Ular jantan dan betina yang besuuuuuuaaaar! Kepalanya saja sebesar bukit! Matanya sebesar pintu gubuk kita! Aku heran, ular sebesar itu makanannya apa, ya? Kalau kerbau, pasti butuh satu kandang. Kalau padi pasti satu sawah. Ah, sejak kapan ular makan padi, ya? Kalau ular makan uang rakyat? Ah itu mah, Ular 'kadut-kadutan' yang bisa membedakan mana perawan, mana janda! He he he" Dari menceritakan mimpi, tua bangka itu mulai ng
Hot Chapters