Tawanan Cinta Sang Penguasa
Sementara itu, jauh di kantor tinggi gedung bisnis di pusat kota Washington, Marco Valley menatap layar ponselnya dengan ekspresi nyaris gila—campuran rindu, frustasi, dan obsesif yang nyaris tak bisa ditahan.
Selfie Hiriety baru saja masuk ke ponselnya. Ia mengenakan gaun putih santai, rambutnya tergerai, senyumnya sedikit nakal namun damai. Cahaya matahari Yunani membuat kulitnya bersinar hangat. Tapi bagi Marco, foto itu bukan cuma potret—itu seperti dunia yang tak bisa ia sentuh.
Tangannya gemetar saat mengetik balasan, lalu menghapusnya, mengetik lagi, menghapus lagi.
Hot Chapters