MENANTI KEPASTIAN
an. Sebab, keluarganya tidak melihat apa-apa. Tidak ada pisau yang tertanca, apalagi darah yang berceceran. Pikir keluarganya, mungkin Mia sedang bermimpi buruk atau berhalusinasi. Air mata Mia terus berlinangan menahan sakit tapi keluarga malah bingung. Mia teriak lagi dan berkata, "aaaarrgh.... Pah lihat ular besar itu, dia akan kesini dan melilit kaki ku. Tolong... tolong... mah, pah, kak, ular itu melilit kaki ku. Tolong lepaskan. Ampun." Mia bergulang-guling di kasur. Orang tuanya pun sedih melihat drama ini. Langsung Papahnya menyuruh Anto, kakak laki-laki Mia untuk kerumah Pak Ustad Kodir. Tidak lama kemudian Pak Ustad Kodir datang dan membuka mata batinnya. Dan ternyata benar memang
Bab Populer