Wanita Penghibur
Flo malah bertanya kurang ajar, Ray sempat menatap tajam tetapi Ibu buru-buru menengahi, setelahnya mereka juga seperti baru menyadari kehadiranku.
"Kamu sudah siap-siap, Lek?"
"Be-belum, Bu." Aku menjawab gugup, tepatnya seperti benar-benar baru menyadari posisiku. Semua benar ternyata, hanya mimpi.
Allah, sepertinya kecemasan itu telah mengantarkanku pada mimpi buruk.
"Ya sudah kamu siap-siap dulu, sekalian nanti biar jamaah subuh dulu, nanti setelah solat dan sarapan baru berangkat."