Hasrat Terlarang Kakak Ipar
Ia mengusap pelipisnya, tubuhnya masih gemetar mengingat tatapan Ningsih barusan.
“Ya Tuhan, apa yang sudah aku lakukan?” bisiknya lirih, air matanya kembali jatuh. “Kalau semua terbongkar, aku habis. Kasihan Mas Ari.”
Ia menatap tangannya sendiri yang bergetar. Ingatannya kembali pada momen singkat bersama Ari. Sentuhan, bisikan, dan tatapan mata yang membuatnya hampir kehilangan kendali. Semua itu seperti racun manis yang menjeratnya semakin dalam.