FORBIDDEN SCANDAL
Gumamku seraya meraih air mineral yang biasa Bik Shu siapkan dan meletakkannya di atas nakas sebelum aku tidur.
Aku meneguknya sedikit demi sedikit, untuk membasahi kerongkongan yang serasa kering dan tercekat karena mimpi yang tak mengenakan barusan. Mimpi itu seolah-olah masih terngiang-ngiang dalam benak. Menguras tenaga, menyisakan isakan dan membuat peluh bercucuran membasahi tubuh.
“Ya Allah, semoga ini bukan sebuah firasat untukku,” sekali lagi aku berharap. Kemudian menarik napas dalam dan kembali merebahkan tubuh yang mulai berangsur-angsur tenang.