Hakikat Cinta (Kamu Berhak Bahagia)
Ia berjalan dengan tangan berpegangan ke dinding terus menyisir hingga sampai ke wastafel yang seharusnya hanya digunakan untuk mencuci piring.
Badannya sedikit nyaman ketika tersiram air wudu. Perlahan panas di kepala juga mulai menguap. Setelah berwudu, ia mengambil air putih di kulkas, dengan duduk di kursi. Panas yang sempat menawannya, benar-benar membuatnya sangat kehausan. Bahkan ia merasakan kulit-kulitnya terasa kering. Ingin sekali ia menghabiskan air dalam botol itu sekali tegak, andai saja tidak ingat sunnah Rasulullah. Terlebih lagi situasinya sekarang ini, hanyalah mengandalkan amal untuk menarik pertolongan Allah.
Setelah yakin merasa nyaman, ia masuk kamar kecil sambil berhar