Tukang Pijat Super
Juned tersenyum tipis, merasa sedikit lega mendengar nada optimis dari Vivi.
Setelah menempuh perjalanan, Juned dan Vivi akhirnya sampai di sebuah mall besar di kota. Juned, yang sebelumnya belum pernah masuk ke tempat seperti ini, langsung merasa canggung. Matanya sibuk menatap ke segala arah, memperhatikan suasana mall yang megah dengan lantai yang mengilap, lampu terang, serta keramaian orang-orang yang berlalu lalang.
“Juned, jangan bengong gitu,” kata Vivi sambil tertawa kecil. Ia menarik lengan Juned yang tampak terpaku di tengah keramaian. “Kamu kayak orang desa yang baru pertama kali ke kota.”