PELAYAN GENDUT TUAN SULTAN
Wajahnya mulai merengut lagi.
“Oh, jangan salah faham. Aku ini punya dua adik di Jakarta. Satu laki-laki dan satu lagi perempuan seperti kamu. Ya, persis seperti kamu keras ke … oh, maksudku sifat kalian banyak kemiripan. Aku merasa kamu itu adikku. Jadi alangkah lebih baik jika kamu memanggilku dengan sebutan Abang saja agar kita lebih akrab. Toh, keluargamu sudah kuanggap seperti keluarga sendiri, kok. Orang tuamu, adik-adikmu, rasanya aku merasa menjadi anak sulung dalam keluarga kalian.”