Bidan Mima
Aku terkikik melihatnya.
"Eh iya mba. Saya yang waktu itu. Pacarnya Mima," Ia memperkenalkan diri.
"Ih apaan sih, temen!" lirikku tajam padanya.
Lita tertawa.
"Lebih juga gak apa-apa kali Mim, Aku dukung!" jempolnya diacungkan ke arahku.
"Lita ih, apaan, sih!" Pipiku memanas.
"Asik, dapet restu dari temen dinesnya Mima." Eki mengepalkan tinjunya ke atas lalu menariknya kebawah, layaknya orang mendapat piala.