Malam di Rumah Tanpa Nama
Hingga suatu hari, seorang wanita muda bernama Nadia, seorang kolektor barang aneh, membeli cermin itu karena merasa ada sesuatu yang istimewa.
“Cermin ini seperti memiliki cerita,” katanya kepada pedagang.
Pedagang itu tersenyum samar, tak menyadari apa yang sebenarnya ia jual. “Semoga Anda menikmati koleksi baru Anda.”
Nadia membawa cermin itu pulang ke apartemennya di pusat kota. Ia menaruhnya di ruang tamu, di tempat yang bisa ia lihat setiap hari. Semakin lama ia menatap cermin itu, semakin ia merasa terhubung. Bayangannya di cermin sering kali tampak aneh, seperti bergerak lebih lambat dari dirinya, atau tersenyum meskipun ia tidak tersenyum.
Hot Chapters