Hasrat Seorang Ipar
Perempuan ini sudah membuatku begitu gemas.
Septi memutar bola matanya, seakan sedang menimbang sesuatu. Jual mahal, tapi itu tantangan yang kucari.
“Oke. Dua puluh menit.” Septi dengan sepatu hak tinggi nan runcing itu berbalik badan. Lenggok tubuh semampainya membuat mataku tak dapat lepas memperhatikan geraknya. Perempuan dengan seragam berupa mini dress sepaha yang press body itu betul-betul sempurna. Wajah cantik, elegan, dan tak murahan. Jangan lihat profesinya yang kerap dipandang sebelah mata. Nyatanya, perempuan ini lebih pandai bersikap ketimbang Melani yang lulusan sarjana dan sehari-hari duduk di depan layar komputer.