PEMBALASAN DEWA MAUT
Monster itu balas mengaum, kali ini dengan raungan kesakitan dan kemarahan, cakarnya yang raksasa menebas para pelayannya sendiri, menghancurkan belasan dari mereka dalam sekali ayunan.
Namun untuk setiap dua belas yang ia hancurkan, seratus lagi mengerubunginya, menenggelamkannya dalam gelombang hitam yang panik dan buas.
Anggrawati bangkit dengan susah payah, bersandar pada sebilah pedang yang tertancap di tanah. Ia menatap Dipasena, yang masih berdiri tanpa bergerak, menyaksikan pembantaian itu dengan ketenangan yang agung.
Hot Chapters