Tergoda Pesona Ibu Mertua
“Udah, Ma. Toh sekarang Papa udah gak ada di sini, gak akan ada yang mukul Mama lagi.”
Mama Siska menatapku balik. Tatapannya sendu, seperti sedang mencari sesuatu yang hilang.
Aku terus mengusap tangan Mama Siska agar membuatnya merasa lebih tenang dan nyaman. Tatapanku juga terus terkunci pada wajah Mama Siska. Keringat di dahinya mulai berkurang, tetapi wajahnya tetap terlihat layu.
Namun, ketika tatapan kami terus bertemu, entah kenapa seperti ada dorongan lain di dalam hatiku. Tanpa sadar aku mencondongkan tubuhku dan mencium bibir Mama Siska.