Pesona Istri Yang Kuabaikan
Ya tentu saja, bagaimana bisa istriku yang sudah bertaruh nyawa melahirkan buah hati kami langsung dibawa pulang begitu saja setelah melahirkan.
"Ah Abang," rengek Queena saat kembali kukecup keningnya.
Rasanya aku nggak tega melihat dia lemas seperti itu. Dia memang sudah menghabiskan banyak energi untuk melahirkan bayi laki-laki dengan berat tiga kilogram.
"Abang udah telepon Mama dan Papa?" Tanya Queena.
"Belum, habis ini Abang telpon," balasku.
Bagaimana aku mau menelpon kedua mertuaku. Aku sudah panik duluan dengan situasi Queena yang hendak melahirkan.