Jodoh Malaikat Pelindung
Namun, tiap kali ia membuka mata, semua bak fatamorgana di padang pasir yang merana, hilang ditelan kefanaan yang ia cipta dengan sendirinya.
"Iya, harusnya aku nggak berharap terlalu tinggi pada mimpi yang kubangun buat ngehibur diri sendiri ini," gumam Sasa mengembus napas kasar, "aku nggak pa-pa Bunda, kita pulang aja," ajaknya yang menyadari bahwa saat ini, ia ada di ruangan sebuah rumah sakit.
"Kita tunggu dokter resepin obat buat kamu. Meski cuma capek, Bunda takut pikiran yang kamu tanggung bakalan nimbulin masalah kesehatan yang lebih serius," ucap Ran tak ingin dibantah.
Sikat na Kabanata