Rayuan Maut Para Tetanggaku
jawab Mbak Dini lembut.
Aku tersenyum pada Risma. “Kamu mau ujian sekolah ya, Ris? Berarti sama kayak adiknya Mas, besok juga ujian.”
Risma memandangku, matanya berbinar. “Adiknya Mas Bima kelas tiga SMA juga?”
“Iya, dia kelas tiga SMA, sepantaran sama kamu,” kataku.
“Pasti lagi belajar juga, ya, Mas? Kalau gitu, Risma permisi dulu, ya. Mau langsung tidur, takut besok kesiangan,” kata Risma, tersenyum malu-malu.