Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Me

Me

Balas Pak Joko. Panggilan terputus, Pak Joko kembali ke meja makan. Tidak beberapa lama kemudian ponsel Lea yang diletak di atas meja makan berdering. Mata Lea tertuju kembali kelayar ponselnya. “ Sudah kuduga, ini dari Paman Rebin” besitnya dalam hati. Lea mengangkat panggilan telepon dari Rebin dengan hati yang lapang.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai musa menk
Baca
+Pustaka
Hamil Muda

Hamil Muda

Aku hanya tertawa kecil menanggapi ucapan umi, sedangkan mas Adam terlihat sedikit malu. Setelah makan kami langsung pulang ke pesantren, di dalam mobil umi mendominasi percakapan. Dia bercerita banyak tentang pesantren, dia bilang pesantren ini dulu yang mendirikan kakeknya, terus di wariskan ke ayah umi, dan habis itu di wariskan ke umi dan kini mas Adam yang memimpin pesantren. Jarak setasiun ke pesantren cukup jauh, dengan jalanan yang berkelok dan pemandangan bukit-bukit yang menjulang tinggi. Membuatku tidak berhenti berdecak kagum.
1016.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 413 kali sebagai musa menk
Baca
+Pustaka
Titimangsa Parasu

Titimangsa Parasu

Mulai detik ini, kekaguman itu selalu ia simpan dalam hati. Pemimpin pasukan berkuda itu adalah seorang laki-laki berkulit terang dengan kumis dan cambang memanjang yang sudah memutih. Laki-laki itu mengenakan baju perisai dan pelindung kepala khas Mongol. Wajahnya tak terlalu terlihat jelas oleh Parasu. Parasu memilih mengenakan topeng panji yang dipinjamnya dari Kutira. Parasu yang baru berusia sepuluh tahun tak ingin lagi terlihat terlalu belia di depan musuh-musuhnya.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai musa menk
Baca
+Pustaka
Fatma Boussetta

Fatma Boussetta

Saat ini Tuan Ayyoub kembali menduduki jabatan Direktur Utama Benmoussa Company, dan Faissal ditugaskan untuk menjadi asisten pribadinya. Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Tuan Ayyoub. Di dalam ruang kerja miliknya, Tuan Ayyoub merenung dan sempat memegangi foto Fatima yang sudah terlihat kusam. Rasa rindu dan keputus asaan membaur menjadi satu kala teringat bagaimana nasib sang istri dan hilangnya putri mereka satu-satunya. Nampak sosok Faissal berdiri dengan hormat di depan pintu. Pria itu mengatakan sesuatu yang membuat alis Tuan Ayyoub berkerut, "Tuan Muda Tertua, apa Anda sudah melihat berita di televisi?"
1013.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 397 kali sebagai musa menk
Tampilkan Ulasan (50)
Baca
+Pustaka
Hudaibah
Baru part awal sudah merasa terbang ke latar yang dibangun sama penulis. Tidak perlu sulit meraba-raba latarnya. Pembaca seperti masuk ke dalam ruang 3 dimensi dan menyaksikan tiap adegan secara nyata. Kendalanya cuma beberapa kata yang salah ketik tapi masih bisa dimaklumi. Sangat direkomendasikan.
Fitria Sulaeman
Syukaaa... Syukaa sekali sama ceritanya Fatma Boussetta ini. Apalagi sama penulisnya. Yang selain cantik, baik hati pula. Hehe. Semua pemerannya juga, aku suka. Alurnya susah buat aku tebak. Bikin jadi penasaran, pengen baca terus dan terus... Pengen tahu kelanjutannya lagi dan lagi. semangat up kak
Baca Semua Ulasan
Memar Termanis

Memar Termanis

Javeline melirik ke layar dashboard, lalu menekan tombol untuk menjawab panggilan. “Selamat siang?” suara perempuan dari speaker terdengar jelas, memenuhi ruang mobil. “Iya, siang. Dengan siapa ya?” Paula merespons sambil membenahi posisi duduknya. “Bisa saya bicara dengan Ibu Paula Douma?” “Benar, ini saya sendiri. Ada apa ya?” tanya Paula, alisnya sedikit mengernyit. “Saya Evelyn, wali kelas Darex Kendrick,” jawab suara itu dengan nada tegas namun sopan.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai musa menk
Baca
+Pustaka
MANT(en)AN

MANT(en)AN

“Gue bilang juga apa! Elo, sih, jadi cowok cemen banget!” Risna bersandar pada punggung kursi. “Semua salah gue. Apa-apa gue. Terus gue harus gimana, gitu? Gue ngerasa dilema sama semua ini.” “Ya, emang, kan? Lo lelet bertindak. Lo orang yang suka ngeremehin masalah. Kan, jadi gini, nih, jadinya,” omel Risna, “terus lo bakalan gimana sekarang?”
103.1K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai musa menk
Baca
+Pustaka
Kubawa Benihmu, Mas!

Kubawa Benihmu, Mas!

"Kira-kira siapa sosok itu tadi, Noel?" "Apa mungkin jika itu Nyonya Sarita?" "Ah, rasanya tidak mungkin!" Imanuel yang berada di bangku samping kemudi hanya menggelengkan kepala mendengar gumaman rekan kerjanya itu. Selama ini pria berkebangsaan Thailand ini kurang peka dengan setiap perubahan yang terjadi pada bosnya itu. Elfrada memang lebih dingin dan cuek dengan keadaan sekitar, dia tidak ingin terlalu dalam ikut urusan orang lain.
1033.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 836 kali sebagai musa menk
Baca
+Pustaka
Upik Abu Mertua

Upik Abu Mertua

jawab Hafizah. "Mie yang kamu maksud? Aku sudah bilang, jika kamu harus membeli makanan untuk suamimu, gunakanlah uangmu. Apa kamu tidak mendengar? Atau kamu memang pelit dan tidak mau memberikan semua itu kepada suami dan mertuamu? Istri-istri di luar sana tidak akan memberikan mie instan kepada suaminya, Hafizah! Hanya kamu yang melakukannya, karena kamu adalah istri yang tidak berguna."
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai musa menk
Baca
+Pustaka
Mas Sena

Mas Sena

“ehh, naudubillahmindalik , gue suka sama dia? Gak deh gak, spesies crocodile, yang harus di lindungi. Yakali gue suka sama dia,” “lo jangan gitu vid. Karena benci dan cinta tuh beda tipis. Awas aja kemakan omongan sendiri nanti,” “iya iya Zel, “ Keduanya pun terdiam. Karena bus sudah melaju menuju tempat acara. ******
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai musa menk
Baca
+Pustaka
Janda Muda

Janda Muda

Jawab Mbak Mursinah, pengsuh yang ku pekerjakan. Umurnya sekitar lima puluh tahun. Memang sudah tidak muda lagi, tapi beliau begitu gesit dan cekatan. Tak jarang, beliau juga mau membantu membersihkan rumah. Padahal aku sudah memberitanunya kalau tugasnya hanya menjaga Willma saja. "Kok sepi banget, mbok? " Tanyaku. "Dek Willma bobok, bu. Kalau Mas Miftah, ada di kamarnya. " Jawab mbok Mursinah.
108.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 317 kali sebagai musa menk
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status