Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
KARMA BERDARAH SANG CEO

KARMA BERDARAH SANG CEO

Mencoba untuk mengurai dan melepaskan luka yang selama ini mereka bawa dan berharap kalau besok pagi mereka bisa terbangun dengan hati yang jauh lebih bisa menerima. Badai semalaman pasti akan memiliki titik akhir dan berhenti saat di rasa curahannya cukup membasahi tanah di bumi. Meninggalkan sisa basah dan genangan tapi pasti akan mengering dengan sendirinya. *** Flashback On. "Kenapa aku harus repot-repot bikin kamu mabuk dulu untuk bisa menjeratmu, Alva?"
109.3K viewsCompletedAdded to Library 363 Times as walau badai menerpa
Read
+Library
My Bad Wedding Day (Indonesia)

My Bad Wedding Day (Indonesia)

Ia nampak berhasil mengontrol dirinya dengan baik. “Hmm,” dehemku malas. Elena menatap ke arah jendela yang berada di samping kami, lalu mendesah dengan kesal. “Hujan,” katanya pendek. Aku melihat ke arah luar dan terdiam cukup lama. Hujan tiba-tiba deras dan mengguyur sekitar pemukiman Kafe Dangdang. Kulihat banyak orang berlalu lalang demi tidak terkena air hujan yang membasahi pakaian mereka.
1010.3K viewsCompletedAdded to Library 256 Times as walau badai menerpa
Read
+Library
My Husband or My Teacher

My Husband or My Teacher

“Pernah mendengar perumpamaan tenang sebelum badai? Aku pernah. Dan masing-masing dari kita akan mengalami badai masing-masing tanpa persiapan sebelumnya.” ~♥~♥~♥~ "Kenapa?"
109.8K viewsOngoingAdded to Library 254 Times as walau badai menerpa
Read
+Library
Di Balik Hujan

Di Balik Hujan

tanya Alya “Iya, mandi hujan. Jadi, kita berlarian di tengah hujan, tertawa bersama dan lain-lain. Seperti biasa ketika kita bermain bersama dengan teman-teman, hanya saja ada air yang jatuh dari langit dan membasahi pakaian kita. Ibu mengatakan, itu yang di namakan mandi hujan. Seru tahu, ayo?” Alya hanya menganggukkan kepalanya, mendengar kata-kataku tadi. Setelah memastikan tidak ada kendaraan yang melintas di jalan, Aku langsung menarik Alya, berlarian di tengah derasnya hujan. Alya yang awalnya takut kalau seragamnya kotor, kini pikiran itu menghilang seketika. Alya berlari sambil berteriak sekencang-kencangnya. Pikiran tentang Zahir, kini lenyap diterpa hujan yang sangat deras. Emosi y
108.1K viewsOn holdAdded to Library 226 Times as walau badai menerpa
Read
+Library
Bad Guy (Bahasa Indonesia)

Bad Guy (Bahasa Indonesia)

Laki-laki yang sangat dia sayang melewatkannya begitu saja demi menyelamatkan perempuan lain. Zeeya merasa semua kesedihan yang selama ini dia simpan meledak bersamaan dengan bunyi guntur yang tiba-tiba hadir membawa awan kelam dan rintik yang semakin lama semakin melebat. Para tamu berhambur mencari tempat teduh. Allendra dan Natasha sudah ada di atas kolam renang sedangkan Zeeya masih tergugu diam di tempatnya. Melepas tangis terperih yang pernah dia rasa. Zeeya putus asa, dia ingin menyerah. Orang yang selama ini dia perjuangkan sudah tidak sudi untuk diperjuangkan. Dia bahkan tidak peduli bahwa Zeeya masih ada di kolam sendirian. Allendra malah memastikan keadaan Natasha yang sedikit ter
9.829.9K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as walau badai menerpa
Read
+Library
Diam-diam Cinta

Diam-diam Cinta

Meski hujan turun tanpa ampun, membuat lapisan surai di kegelapan malam, Svaha tetap melangkah. Menembus bulir-bulirnya seperti yang dilakukan cahaya biru dan merah dari beranda bar. Suara gemuruh menelan dentum musik di belakangnya. Sempat ia berpikir kalau badai ini hanya terjadi dalam pikirannya. Karena jika pun mereka dapat membuat bajunya basah dalam hitungan detik, Svaha tidak merasa gigil sama sekali. Ia merasa marah.
109.8K viewsCompletedAdded to Library 206 Times as walau badai menerpa
Read
+Library
Obsessed

Obsessed

Dan justru itu yang membuat semuanya terasa lebih rapuh. Karena badai yang paling berbahaya bukan yang datang dengan petir dan suara keras. Melainkan yang bergerak pelan, tenang, nyaris tidak terlihat— sampai akhirnya semuanya sudah terlanjur berubah.
939 viewsOngoingAdded to Library 22 Times as walau badai menerpa
Read
+Library
Kuharap Kamu Tak Selamat Hari Itu

Kuharap Kamu Tak Selamat Hari Itu

Dan semua orang di timku adalah teman Andre, tak seorang pun membelaku. Aku hanya bisa menahan air mata dan pulang, mengirim pesan untuk menanyakan alasannya. Aku masih ingat kata-kata dinginnya hari itu. Dia berkata, “Tidak perlu berdebat dengan orang seperti mereka.” “Kita mengalahkan mereka, jadi mereka hanya ingin mencari alasan untuk mengejek kita. Anggap saja kamu tidak mendengar mereka.” “Pas sekali, kamu tinggal lepas alat bantu dengarmu, jadi kamu tidak bisa mendengar lagi.”
2.7K viewsCompletedAdded to Library 80 Times as walau badai menerpa
Read
+Library
Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Malam ini, tepat di malam pergantian tahun, hujan turun dengan sangat deras. Di tengah riuhnya suara hujan, Rian tiba-tiba datang mengetuk pintu rumah Kakek dan nenekku. "Lintang, cepat keluar! Hujannya turun!" Aku ditarik olehnya dan kami berlari ke teras, lalu berjalan pelan menembus gerimis yang mulai mereda. Tetesan air jatuh membasahi bumi, suasananya begitu tenang, tetapi terasa megah.
2.2K viewsCompletedAdded to Library 58 Times as walau badai menerpa
Read
+Library
Badai Pernikahan

Badai Pernikahan

Ia berusaha untuk tidak memasukkan ucapan pedas Pasya ke dalam hati. Delia bersama Pasya memasuki mobil. Hanya ada mereka berdua, dan biasanya Delia akan berbicara banyak, dan Pasya akan menanggapi kecerewetannya dengan tawa renyah. Namun, kini semuanya telah berubah. Delia tidak pernah berpikir jika di masa depan akan tiba bencana seperti ini. Semuanya hancur dalam sekejap mata, dan dia tidak akan pernah terbiasa dengan perubahan yang tiba-tiba ini.
2.1K viewsOngoingAdded to Library 46 Times as walau badai menerpa
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status