تصفية بواسطة
تحديث الحالة
الجميعمستمرمكتمل
فرز
الجميعشائعتوصيةمعدلاتتحديث
Mantan Suami Memohon Cintaku Lagi

Mantan Suami Memohon Cintaku Lagi

*** Pagi itu, langit masih buram dengan sisa embun, Mahesa menyetir pelan menuju sebuah bangunan tua bergaya kolonial di ujung jalan Diponegoro. Di balik pagar besi hitam yang mulai berkarat, berdiri kokoh Museum Bakti, properti pribadi keluarga Pradana yang kini dibuka semi-terbatas untuk umum. Udara pagi masih segar, bercampur aroma dedaunan basah dan kayu tua yang menyimpan sejarah. Bangunan itu, dengan dinding berlumut di beberapa sisi dan jendela-jendela besar berteralis kuno, memancarkan kesunyian yang elegan.
1023.3K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 676 مرة ضمن museum pancasila sakti
قراءة
+مكتبة
Misteri Kematian Sang Pelukis

Misteri Kematian Sang Pelukis

Bintang dan Laut ikut mendekat, melihat lebih jelas. “Coba lihat di mana lukisan itu sekarang,” kata Laut sambil mengingat sesuatu. Glagah menskrol kursos ke bagian bawah berkas. “Museum Tan Malaka, Pandam Gadang, Gunuang Omeh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat,” baca Glagah. “Itu kan museum peninggalan Tan Malaka, dulu museum itu tidak terurus, pemerintah setempat sepertinya abai terhadap museum itu,” kata Diara.
1011.5K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 332 مرة ضمن museum pancasila sakti
قراءة
+مكتبة
Investor Asing

Investor Asing

“Pertama, kita bisa ke Masjid Istiqlal. Masjidnya sangat besar dan indah. Di sana Ana bisa belajar tentang sejarah Islam di Indonesia.” “Wah…” mata Ana membulat kagum. “Lalu di dekatnya juga ada Gereja Katedral Jakarta. Banyak orang datang melihat bangunannya yang sangat bersejarah. Tempat itu juga menjadi simbol kerukunan karena letaknya berdampingan dengan Masjid Istiqlal.” Zayan mengangguk pelan. “Aku pernah lihat di internet, Bund…” “Nah, setelah itu kita bisa ke Museum Nasional Indonesia. Di sana banyak benda-benda kuno, sejarah kerajaan Nusantara, dan patung-patung bersejarah.”
796 وجهات النظرمستمرأُضيف إلى المكتبة 28 مرة ضمن museum pancasila sakti
قراءة
+مكتبة
PENGGARIS SEGITIGA

PENGGARIS SEGITIGA

Aku kembali melanjutkan presentasi ini. "Baiklah, saya akan beralih ke bangunan berikutnya. Bangunan yang ada di samping sebelah kanan istana negara, gedung kokoh yang kami namakan museum Indonesia Satu!" kataku sambil memindahkan gambar ke slide berikutnya "Hei, yang ini bentuknya seperti sayap burung," sahut seorang hadirin.
106.5K وجهات النظرمستمرأُضيف إلى المكتبة 220 مرة ضمن museum pancasila sakti
قراءة
+مكتبة
السابق
123456
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status