Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kesendirian

Kesendirian

“Ma, sudah dulu ya. An, mau mandi dulu tidak terasa sudah sore saja.” “Ok, An, next time. See you, An.” “See you too, Ma.”
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai muted
Baca
+Pustaka
Fake

Fake

Perkataan Nala terhenti ketika speaker sekolah berdenging, semua anak diam menunggu pengumuman apa yang akan disampaikan. “Perhatian, Anasthusa Laura Banuska kelas XI IPA 1 segera ke kantor sekarang.” Panggilan di speaker sekolah menggema di kelas Laura. Setelah pamitan pada Nala, Laura berjalan perlahan menuju ke kantor guru. Langkahnya terhenti ketika mendengar suara aneh dari arah lorong laboratirum biologi, rasa penasarannya yang besar berhasil menghasut Laura untuk mendekati sumber suara yang mengganggu pendengarannya.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai muted
Baca
+Pustaka
Mafia Insyaf

Mafia Insyaf

Wajahnya pucat, tapi tetap berusaha tenang. "Om, tiga akun yang biasa kita pakai buat koordinasi... semuanya dikunci. Dan yang lebih aneh, satu jam sebelum itu, salah satu saksi kita ngirim pesan terakhir: 'Mereka udah masuk'. Setelah itu hilang." Anton menatap layar. "Berarti mereka pakai sistem Silencio buat bungkam semua suara sebelum kita bisa bicara."
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai muted
Baca
+Pustaka
Akhirnya Aku Kembali

Akhirnya Aku Kembali

kata Mu Shenan menggertak pembunuh bayaran yang terdiam itu. Sedetik... Dua detik... Mu Shenan tidak kunjung menembaknya, melainkan ia menekan tombol mute di ponselnya supaya Shen Yiyi tidak bisa mendengarkan pembicaraan mereka. Setelah itu sedetik kemudian ia menjentikkan jarinya dan berujar "Mirrors! Cepat bereskan!"
9.8191.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.0K kali sebagai muted
Baca
+Pustaka
SEPEDA TUA WARISAN KAKEK

SEPEDA TUA WARISAN KAKEK

gumamku nyaris tak terdengar. 🖤🖤🖤
1036.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai muted
Baca
+Pustaka
You Are Mine, Maria
Baca
+Pustaka
Melupa Rasa

Melupa Rasa

"Saya paham ibu mertua memang sedang bersedih. Tapi bagaimana bisa dia juga mengharapkan puterinya yang lain untuk mati juga?? Bagaimana bisa ada seorang ibu yang mengharapkan anaknya mati?!" Jeanita terisak lagi. Ia bersandar pilu di dada suaminya. "Dan lagi, kalian berdua harus berhenti tutup mata kalau puteri kesayangan kalian bukanlah malaikat!" Pram meraih ponsel di saku celananya, dan menunjukkan video yang dikirim Ammar pada kedua mertuanya. "Apa kalian pikir aku juga tidak terluka? Lihat apa yang sudah dia lakukan?!"
108.6K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 224 kali sebagai muted
Baca
+Pustaka
Antara Peran dan Perasaan

Antara Peran dan Perasaan

Nara membalas, lembut, “Dan karena kamu tahu… bagaimana rasanya ingin bicara, tapi tak yakin pantas.” Unit Suara Senyap diluncurkan sebulan kemudian. Tidak heboh. Hanya selembar pengumuman kecil di pantry dan grup internal: “Jika kamu ingin bicara. Atau hanya ingin duduk bersama seseorang yang bisa diam bersamamu. Kami ada di Ruang 03. Setiap hari. Pukul 14.00–17.00.” Tak ada foto Nara. Tak ada logo besar.
101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai muted
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status